Sukses

Novelis Muda Terima Penghargaan di Hari Kartini

Citizen6, Garut Bagi para pelajar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, khususnya di lingkungan SMAN 1 Garut, nama Rahma, atau lengkapnya Rahma Nur Fadlillah mungkin sudah tidak asing lagi. Walau sedikit pendiam, Rahma boleh dibilang siswi prestatif yang langka.  Umumnya remaja seusianya biasanya tengah dalam masa bermain. Namun, Rahma yang kini masih menimbu ilmu di salah satu SMA favorit ini justru lebih asyik dengan hobinya menulis.

Dalam momentum Hari Kartini tahun ini (2015) ia mendapat surprise berupa penghargaan dari Bupati Garut. Gadis anggun kelahiran tahun 1997 ini dinobatkan sebagai novelis muda potensial. Prosesi penyerahan piagam penghargaan untuknya ini diserahkan langsung oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan dalam sebuah upacara khidmat Peringatan Hari Kartini yang bertempat di gedung Pendopo, Selasa, (21/04/2015).

Prestasi yang berhasil ditorehkan Rahma ini tidak terlepas dari hasil pendidikan dalam keluarganya yang memang sangat paham pada dunia pedidikan. Gadis manis berhijab ini seperti diketahui merupakan anak dari pasangan Drs. Marga Riswanda, SH, MH dan Dra. Tati Herawati, MM.

Hobi Rahma memang bukan sekedar hobi. Terbuti, ia belah berhasil melahirkan beberapa karyanya. Yang paling fenomenal dari hasil karyanya ini adalah novel pertamanya yang bejudul I’ am Not Einstein, novel yang dirilis penerbit Mizan Bandung ini berhasil menyedot perhatian publik, khususnya penulis, pecintan novel, dan para budayawan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini akan saya jadikan motivasi utuk berkarya lebih baik lagi. Saya ucapakan terima kasih saya yang spesial buat ayah. Ayah saya adalah motivator sejati dalam hidup saya. Selain sebagai ayah, beliau adalah guru terbaik dalam hidup saya,” tutur dara yang juga hobi jalan-jalan ini.

 Rahma Fadlillah yang hobi menulis sejak usia SD ini, berhasil mengembangkan hobi menulisnya ini tidak terlepas dari didikan sang ayah. Seperti diketahui, ayahnya, Drs. Marga Riswanda, SH,MH  adalah salah seorang PNS yang sempat membidangi jabatan strategis di lingkungan Disdik Garut yakni sebagai Kabid PMPTK  (Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan), sayang bidang ini sekarang telah dilikuidasi pemerintah. Kini ayah Rahma masih bekerja di Dinas Pendidikan, sebagai pengawas.

“Memang, ayah selalu mendisiplinkan anak-anaknya dalam belajar. Di hari Kartini ini, sekali lagi saya ucapkan terima kasih buat ayah dan, ibu khususnya,” tutur gadis yang bercita-cita melanjutkan study-nya ke UPI Jurusan sastra Indonesi ini.

 Rahma yang memegang moto hidup “Kita adalah Kita Jadi Diri Sendiri”, telah membuktikan, hidup adalah perjuangan yang harus dijalani sebelum berhasil mencapai tujuan. Rahma mengisahkan, bahwa novel hasil karyanya, baru diterima oleh penerbit Mizan, setelah sebelumnya mendapat penolakan hingga 15 kali. Terkait Hari Kartini, Neng Rahma, begitu sapaan sayang Rahma dari sang ayah, Kartini sejati masa kini adalah, wanita yang memiliki kesucian hati, iman serta intelektual.

Penulis:

Kang Encep

 **Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini