Sukses

Penampakan Kampung Ahok di Manggar, Belitung Timur

Citizen6 Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok bukanlah nama asing bagi setiap orang di negeri ini. Segala hal tentang Ahok seakan menjadi media darling hingga tak luput dari sorotan awak jurnalis, termasuk tempat ia menghabiskan masa kecil di Manggar, Belitung Timur.

Tetapi siapa sangka, tokoh nasional yang kini mencalonkan diri menjadi calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada mendatang itu berasal dari sebuah kampung kecil. Manggar, Belitung Timur, adalah tempat Ahok dan keluarga tinggal.

Jalan Menuju Kampung Ahok

Kampong ini cukup jauh jika ditempuh dari Kota Tanjung Pandan, jaraknya sekitar 80 kilometer. Tapi tenang saja, jalanan yang diaspal mulus dan tiadanya kemacetan membuat kita hanya butuh waktu sekitar 1 jam 15  menit untuk sampai sana dari Tanjung Pandan.

Kondisi lingkungan Manggar tampak minim sekali tersentuh segala hal yang berhubungan dengan “kekotaan” apalagi “kekinian”. Sama sekali tidak ada rumah bertingkat, mobil pun jarang, dan sepeda motor juga hanya sesekali lewat. Yang beberapa kali terlihat melintas adalah truk-truk pengangkut pinang.

Kami beruntung karena langit cukup bersahabat hari itu. Langit cerah benderang, angin dan awan bersatu memicu sedikit keademan. Perjalanan 80 km dengan mobil jadi terasa cepat.

Tepat di depan rumah Ahok rupanya sudah dipasang papan penanda bertuliskan “Kampoeng Ahok”. Rumah itu sangat besar dan megah hingga para wisatawan dengan mudah mengenalinya. Bertembok megah bernuansa krem, rumah ini tampak mencolok sekali dibanding rumah-rumah warga lain di sekitar.

Penampakan rumah Ahok di Manggar, Belitung Timur.

Beberapa wisatawan memang sengaja singgah ke sana. “Saya ingin foto dengan ibunya Ahok,” tutur seorang pelancong asal Jakarta bernama Suhartati.

Namun sayang, seorang penjaga rumah keluarga Ahok menyatakan
rumah sedang kosong. Menurut dia, ibu Ahok dan adiknya sedang tidak ada di rumah.

“Rumah sedang kosong. Ibu Ahok dan keluarga Pak Basuri (adik Ahok) tinggal di sini. Tapi sekarang semua sedang pergi,” tutur penjaga tersebut. Penjaga tersebut juga menambahkan kalau Ahok juga terkadang datang mengunjungi ibunya ke mari.

Seorang penjaga rumah Ahok (kanan) berbincang dengan wisatawan.

Tidak sampai di situ, di halaman samping rumah ini juga dimanfaatkan sebagai galeri sekaligus sanggar batik yang dinamai Sanggar Batik Simpor. Selain membuat batik, wisatawan bisa belajar membatik dan berbelanja bahan-bahan batik.

Munculnya Ahok sebagai tokoh nasional setidaknya memberikan dampak ekonomi dan sosial tersendiri bagi kampungnya. Selain menambah pendapatan dari sektor parisiwata, Kota Manggar di Belitung Timur, sekarang mulai dikenal sebagai Kampung Ahok.