Sukses

Soetantyo Moechlas, Sosok Lucu di Balik Tokoh Mukidi

Liputan6.com, Jakarta Sosok humoris Mukidi saat ini tak asing lagi namanya di media sosial. Ia menjadi tokoh sasaran pembuatan komik lucu. Ingin mengetahui lebih detail siapa sosok Mukidi? Atau dari mana asalnya?

Nama Mukidi yang saat ini menjadi sorotan dunia maya merupakan tokoh rekaan dalam cerita lucu yang dibuat oleh Soetantyo Moechlas. Beliau sosok dibalik kisah-kisah lucu tentang sosok Mukidi dan keluarganya, seperti istrinya Markonah serta kedua anaknya Mukirin dan Mukiran.

Pria 62 tahun ini selalu menulis kisah lucunya di sebuah blog yang beralamat ceritamukidi.wordpress.com. Soetantyo Moechlas yang akrab disapa pak Yoyo ini membuat kisah tentang Mukidi sejak tahun 2000-an. Pria yang lahir di Purwokerto, pada 7 Februari 1954 ini berkunjung ke studio Liputan6.com, lantai 16, SCTV Tower, Jakarta Selatan, (30/8/2016).

Dalam Chit-Chat Streaming Liputan6.com, pencipta tokoh Mukidi, Soetantyo Moechlas berbagi cerita untuk Sahabat Liputan6.com. Tak hanya itu beragam pertanyaan mulai dari serius hingga bernada bercanda diunggah di Forum Liputan6.

Bagaimana awal mula nama Mukidi menjadi viral di media sosial?

Mungkin bisa menjadi viral itu karena, antara teman-teman di media sosial saling memarodikan sosok Mukidi. Dengan terkenalnya sosok Mukidi itu orang-orang menjadi penasaran lalu berinisiatif mencari di Google dan menemukan cerita Mukidi yang dibuat di blog ceritamukidi.wordpress.com. Ketika cerita saya menjadi terkenal saya senang saja, karena membuat orang-orang jadi lebih kreatif dan mereka juga bisa mengembangkan ceritanya sendiri seperti di buat komik.

Dari mana asal muasal nama Mukidi itu? Dan bagaimana anda mendapatkan ide-ide cerita Mukidi tersebut?

Asal muasal nama Mukidi itu berasal dari nama acara di salah satu stasiun radio swasta di Jakarta. Acara Warkop DKI itu dulu yang menggunakan kaset, dan berdialog dengan nama Mukidi. Nama Mukidi mudah sekali diingat maka dari itu saya menggunakan nama Mukidi. Saya memang hobi menulis dari dulu, dan awalnya membuat cerita Mukidi itu. Saya hanya sekedar iseng-iseng untuk mengisi waktu luang saya di kantor tempat saya bekerja dulu. Ide nya dari pengalaman pribadi, bisa dari teman-teman terdekat, dan cerita dari orang lain juga. Dari situlah saya membuat cerita tersebut lalu mengunggahnya di Facebook dan blog saya.

Awalnya hanya sedikit yang merespon tentang cerita saya, tetapi sekarang sudah banyak yang meresponnya. Suka dengan cerita saya mungkin karena cerita Mukidi ini sudah banyak menarik perhatian orang, maka dari itu bisa menjadi terkenal di media sosial.

Penulis cerita humor Mukidi, Soetantyo Moechlas (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Apakah rencana anda ke depan, untuk mempertahankan sosok humor Mukidi tersebut? Apakah ingin dibuat lagu, komik, atau film tentang Mukidi?

Rencana saya ke depan, harus tetap konsisten membuat cerita-cerita Mukidi tersebut, dan menjaga cerita humor Mukidi itu bisa di terima di semua kalangan masyarakat. Tidak menyinggung, tidak vulgar, sehingga setiap orang bisa menikmati. Dengan itu saya bisa lebih terpacu lagi, untuk membuat cerita atau ide-ide Mukidi yang lainnya.

Untuk bisa di buatkan komik, lagu atau film itu tergantung kreasinya dari masyarakat. Karena masyarakat saat ini lebih kreatif untuk mengembangkan ide-ide tersebut dan sangat mudah sekali menyebarkannya dengan adanya media sosial saat. Jadi saya tidak merasa keberatan, jika Mukidi ke depan ingin di jadikan lagu, komik ataupun film.

Apa pesan anda untuk anak-anak muda supaya menjadi sosok yang humor, lucu, dan banyak ide untuk bercerita?

Pesan saya untuk anak-anak muda agar bisa membuat cerita, komik ataupun film yang lucu dan berkesan haruslah lebih kreatif. Jangan takut untuk tidak dibaca, karena saya sendiri pun merasakan ketika cerita saya tidak ada yang merespon. Tetapi saya tetap menulis cerita, dan akhirnya seperti sekarang, banyak yang tertarik dan terhibur dengan cerita saya. Karena anak muda saat ini pasti lebih kreatif. Contohnya banyak sekali cerita saya di buat komik-komik yang menghibur.

Mengakhiri perbincangan, pak Yoyo sempat memberikan saran kepada semua orang di industri kreatif Indonesia. "Mukidi hanya sebuah tokoh cerita, entah nanti akan dijadikan bahan membuat lagu, film, komik dan lain-lain. Saya akan serahkan saja dengan yang ingin berkarya dan semoga Mukidi bisa membawa berkah, dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain,”pungkasnya.

Ikuti diskusi tentang tokoh Mukidi, dan Soetantyo Moechlas dengan mengeklik tautan berikut ini.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya yang sedang populer : Tak Mampu Sewa Mobil Jenazah, Suami Gotong Jenazah Istri 12 Km. Yuk, berbagi di Forum Liputan6.

Penulis :

Estrin Vanadianti Lestari (Universitas Pancasila)

Siti Nuraini Safitri (Universitas Pancasila)

Artikel Selanjutnya
Tak Perlu Bugil, Artis-Artis Hollywood Ini Tetap Seksi di Film
Artikel Selanjutnya
Edit Tokoh di A: Aku, Benci, dan Cinta, Jefri Nichol Bikin Ngakak