Sukses

Belajar Analisa Tulisan Tangan Melalui Komunitas Graphologist

Liputan6.com, Jakarta Grafologi adalah analisis pola tulisan tangan yang dapat mengidentifikasi kondisi psikologis maupun karakter dari seseorang. Tulisan tangan terbentuk dari rangsangan kecil dari otak sehingga sering sekali para ahli grafologi menyebut tulisan tangan adalah “tulisan otak.”

Secara umum banyak yang mengartikan bahwa grafologi bertujuan untuk mengetahui karakter dan potensi seseorang, dan memang hal ini benar.

Dewasa ini grafologi sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang dalam kehidupan, berbagai kepentingan memerlukan hasil uji dari tulisan tangan. Contoh, untuk pendidikan, forensik, kriminalitas, konseling, dan lain sebagainya.

Sabtu 14 Januari 2017, bertempat di EF Adult, The Plaza Office Tower Jakarta Pusat, Community Graphologist Jakarta mengadakan acara bedah buku Sex, Lies, and Handwriting karangan Michelle Drsbold & James Kwalwasser bersama Yudha Heka Satria seorang pakar Graphologist.

Sebelum memulai bedah buku, acara diawali dengan perkenalan oleh Founder Community Graphologist Jakarta, Deasi Saragih. Wanita yang berprofesi sebagai pengajar ini menjelaskan awal berdirinya komunitas Grapholog yang bersamaan juga dengan berdirinya Graphology for Education sejak Januari 2016.

Acara ini merupakan ajang bertemunya para grapholog profesional dan orang umum yang menyukai dan tertarik untuk mempelajari dan mengetahui tentang ilmu analisis tulisan tangan.

Kegiatan yang diadakan secara gratis dengan peserta terbatas yang berjumlah kurang lebih 10 orang ini, bertujuan memberikan pemahaman tentang bagaimana untuk bisa menganalisis diri sendiri, pasangan atau pun orang lain.

Materi Graphology dalam bedah buku yang disampaikan oleh Yudha Heka Satria secara santai dan menarik membuat acara ini berjalan dengan baik dan mudah dipahami oleh para peserta.

Yudha Heka yang juga seorang psikolog menjelaskan materi graphology disertai dengan contoh yang menarik serta interaktif sehingga suasana kelas menjadi akrab. Di setiap contoh tulisan tangan yang diberikan para peserta diminta untuk bisa menganalisa kepribadian sang empunya tulisan.

Hal ini dirasa menarik, karena selain teori juga ada interaksi dan peranan aktif langsung oleh peserta bedah buku.

Salah satu peserta bedah buku, Dinar Saputra menuturkan acara bedah buku ini sangat menarik bagi nya,karena ia bisa lebih tahu tentang menganalisa kepribadian melalui tulisan tangan, hanya saja waktu yang terbatas dirasa kurang untuk pertemuan bedah buku ini.

"Acara bedah bukunya menurut aku bahasannya menarik dari segi konten, cuma sayangnya waktu terbatas jadi semuanya gak bisa diulas detail. Tapi kalau dari apa yang bisa didapatkan, sebenarnya lebih kepada bagaimana kita bisa memperdalam kepribadian seseorang lewat tulisan tangannya," ujar Dinar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Wira Atmaja, menurut PNS di lingkungan Dirjen Pajak ini, ilmu Graphology itu menarik dan membuatnya ingin mempelajari secara mendalam. "Ilmu Handwriting itu menarik ya, jadi ingin mempelajari lebih dalam lagi" ujar Wira.

Di akhir acara, Yudha memberikan kalimat motivasi untuk seluruh peserta yang hadir pada acara bedah buku, "Its easy to make someone think negatively, so surounding yourself with people that have positivity & You can read tutorials all day but you'll only improve by doing".

Untuk netizen yang ingin mendapatkan informasi tentang Graphology dapat mengakses ke www.graphologyforeducation.com.

Penulis :

Hery Suhendra

Citizen Journalist - Sahabat Liputan 6

Jadilah bagian dari Komunitas Sahabat Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: SahabatLiputan6@gmail.com serta follow official Instagram @SahabatLiputan6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.

 

Artikel Selanjutnya
Unik, Memasak dengan Teknik Origami yang Tak Biasa
Artikel Selanjutnya
5 Fakta Media Sosial yang Mengubah Dunia