Sukses

TIN REPUBLIC: Ketika 2 Jurnalis Melawan Berita Palsu

Liputan6.com, Jakarta Pertunjukan musikal Tin Republic merupakan produksi besar kedua dari Teater Psikologi UI bersama keluarga besar Fakultas Psikologi UI. Pementasan yang berlangsung pada tanggal 24-26 Februari 2017 ini dipimpin oleh Owena Ardra (mahasiswi Fakultas Psikologi angkatan 2013) selaku Produser, dan Ranggih Wukiranuttama (alumni Fakultas Psikologi UI angkatan 2009), penulis naskah sekaligus sutradara Tin Republic.

Keduanya, bersama dengan puluhan penampil dan ratusan kru produksi berhasil membawa Tin Republic ke atas panggung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Tin republic

Tin Republic berkisah mengenai Jony dan Gaby, dua orang jurnalis yang mulai kehabisan berita menarik di desanya. Kepala Redaktur Tin Republic, tempat dimana mereka bekerja, akhirnya mengirimkan mereka untuk mencari berita kriminal dan intrik antar tokoh besar ke Diamond City!

Tin republic

Tetapi ternyata kejutan menunggu Gaby dan Jony di kota tersebut. Setelah berangan-angan akan mendapatkan berita besar yang bisa menyelamatkan surat kabar mereka, Jony dan Gaby dihadapkan kepada fakta bahwa Diamond City adalah kota yang penuh senyuman, yang selalu mendapatkan kabar bahagia dan uang harian dari Walikota O Walikota. Dari sinilah kisah Jony dan Gaby dalam mencari dan menyuarakan kebenaran dimulai.

Tin republic

Cerita mengenai berita palsu yang disebarkan begitu saja tentu sangat dekat dengan keadaan kita saat ini. Banyak berita palsu yang tidak terbukti kebenarannya disebarkan begitu saja di sosial media atau ruang terbuka publik lainnya. Hal ini tentu berbahaya dan harus dihentikan. Maka dari itu, seluruh penampil dan kru produksi Tin Republic juga mengadakan gerakan sosial #SuarakanKebenaran yang diikuti oleh ratusan anak muda dan disambut dengan baik dari teman-teman Mafindo dan Komunikonten, komunitas yang juga kerap menyuarakan anti hoax dan anti berita palsu.

Setelah melewati masa persiapan selama lebih dari satu tahun, seluruh penampil dan tim produksi akhirnya dengan berani, lantang, dan bangga mempersembahkan kolaborasi akting, tari, dan nyanyian dalam satu panggung. Pertunjukan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melibatkan berbagai pihak seperti Budi Klontong, sesepuh dunia seni pertunjukan yang membantu di bidang artistik, Bob Prakasa, pentolan band Ruang Dua dan juga Sri Izzati, Mahasiswi Fakultas Psikologi UI yang merupakan musisi dan penulis muda.

Tak lupa juga berbagai nasihat di bidang akting dari pihak-pihak yang sudah ahli di bidangnya: Dewi Sri Matindas, dan Niniek L. Karim yang merupakan dosen Fakultas Psikologi UI dan aktris senior, serta Putri Ayudya, pendiri Teater Psikologi UI dan aktris.

Tin republic

Meskipun masih terbilang muda dalam dunia teater ibukota, Teater Psikologi UI berhasil membuktikan bahwa perjalanan 10 tahun berhasil membuatnya berkembang dari sekedar teater kampus, menjadi teater semi profesional yang berani memberikan pementasan yang memuaskan dari segi visual, audio, dan moral cerita. Hal ini terbukti dari 1300 bangku yang terisi selama tiga hari, melampaui target penonton sesungguhnya, dan riuhnya tepuk tangan penonton hampir di setiap akhir adegan.

Pertunjukan musikal Tin Republic tentunya tidak mungkin terwujud tanpa bantuan yang besar dari berbagai pihak. Terima kasih kepada orang tua seluruh penampil dan kru produksi, donatur, Ikatan Alumni Fakultas Psikologi UI, jajaran dekanat Fakultas Psikologi UI, dan pihak-pihak luar lain yang senantiasa hadir dan memberikan dukungan, serta rekan-rekan media yang meliput pertunjukan kami baik sebelum, selama, maupun seusai pentas.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Plot Teror Bom Kimia ke Istana Negara Jadi Sorotan Dunia
Artikel Selanjutnya
Top 3: Najwa Shihab dan Prestasi Internasionalnya