Sukses

GNOTA Gelar Malam Penggalangan Dana Dinner for Hope

Liputan6.com, Jakarta Yayasan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) menggelar malam penggalangan dana Gala Dinner for Hope. Acara yang digelar Kamis, (9/3/2017) bertempat di NEGEV Astronomy and Art, Jakarta Selatan, menampilkan pertunjukan seni dan pameran foto katya Roni Bachroni.

“Saya melihat, saat ini semakin banyak orang yang mengecilkan arti pendidikan bagi sebuah bangsa. Padahal pendidikan adalah masalah utama bangsa ini. Saya yakin bila pendidikan masyarakat sebuah bangsa semakin baik dan merata, maka akan banyak persoalan di bangsa ini dapat teratasi dengan baik,“ ujar Roni Bachroni, fotografer fashion profesional dan pendiri The One Photography.

Dalam penggalangan dana Gala Dinner for Hope ini, GNOTA juga mendapat dukungan pianis, Ananda Sukarlan. Pianis kenamaan yang dikenal peduli pendidikan ini telah memfasilitasi anak-anak asuh di SDN Cikini 02 dengan beasiswa musik biola.

Melalui siaran pers yang diterima Liputan6.com, GNOTA telah membantu lebih dari 2,3 juta paket bantuan pendidikan untuk anak asuh yang tersebar di seluruh Indonesia.

Anak asuh meliputi anak-anak yang berasal dari daerah pinggiran perkotaan, daerah pelosok dan pedalaman yang sulit dijangkau karena minimnya sarana dan prasarana, daerah yang merupakan kantong kemiskinan, daerah cagar alam dan budaya, daerah pesisir dan pulau-pulau kecil serta terpencil.

Dari kiri ke kanan: Gendis Siti Hatmanti (Ketua Pengurus), Yasinta Widowati (Sekretaris Pengurus) dan Fitri Sulaiman (Bendahara Pengurus)

Selama 20 tahun berkiprah, sejak 29 Mei 1996, GNOTA menjadi sebuah organisasi sosial nirlaba, independen & transparan yang diinisiasi oleh masyarakat yang peduli pada pendidikan anak. GNOTA berkomitmen dalam melindungi hak pendidikan anak Indonesia serta mendukung program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

Artikel Selanjutnya
Kerajaan Denmark Bantu Solusi Permasalahan Sosial Lewat Budaya
Artikel Selanjutnya
Mabesikan, Seni yang Menjadi Solusi Permasalahan Masyarakat