Sukses

Tragis, Nenek 70 Tahun, Sendiri Tinggal di Rumah Seluas Toilet

Liputan6.com, Jakarta Koran selalu memberikan informasi dan inspirasi bagi pembacanya, bahkan tak hanya itu koran pun mampu menggerak hati pembacanya untuk berbuat kebaikan, seperti Jajang Khoeruman, Kepala Cabang Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat khususnya usai membaca koran yang memuat tentang kehidupan seorang nenek yang hidup sebatangkara, Jajang pun langsung mencari alamat tersebut dan menemui si Nenek untuk diberikan bantuan peduli sesama.

Tragis, Nenek 70 Tahun, Sendiri Tinggal di Rumah Seluas Toilet

Dialah Papuq Nyase (70) , setelah memastikan kebenaranya, Jajang langsung menuju ke rumahnya yang ada di Dusun Ketirik Desa Jembatan Kembar Lobar. Sesampainya disana Jajang sangat terharu, rumahnya hanya berukuran 2X2 meter hanya bisa terisi ranjang kasur untuk membaringkan tubuhnya yang ringkih juga sudah tak berdaya akibat lumpuh.

Rumah tersebut adalah rumah peninggalan suaminya, dia hidup sebatang kara sejak suaminya meninggal dunia bertahun-tahun lamanya, tak memiliki anak hanya memiliki saudara yang rumahnya berjarak berpuluh-puluh kilo jauhnya dari rumah sepetaknya itu, hingga jarang sekali dia bertatap muka dengan keluarganya tersebut. Hanya mengandalkan kasih sayang tetangganyalah dia hidup. Baik itu untuk makan maupun ingin mandi dan lain sebagainya.

Tragis, Nenek 70 Tahun, Sendiri Tinggal di Rumah Seluas Toilet

Karena kebaikannya dimasa mudannya lah Nyase masih diberikan limpahan kasih sayang dari tetangga tersebut. Namun satu hal yang tidak mampu tetangganya lakukan yakni membiaya perawatan Nyase yang sudah harus intens diperiksa ke dokter karena kian hari kesehatannya kian memburuk. Untuk itu dia harus memiliki jaminan sosial, namun karena kini Nyase tak memiliki Kartu Keluarga bahkan KTP, akhirnya pihak lingkungan pun tak mau mengurusnya.

“Sebenarnya dulu, Papuq Nyase punya Jaminan Kesehatan, tapi pada saat ke rumah sakit lagi, jaminan kesehatan tersebut sudah tidak berlaku lagi.” Papar Jajang bersumber dari Nyase dan tetangganya.

Tragis, Nenek 70 Tahun, Sendiri Tinggal di Rumah Seluas Toilet

Mendengar keluhan tersebut, Jajang pun langsung berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Provinsi NTB, meminta bantuan kepadanya untuk mengurus Jaminan sosial tersebut, agar Papuq Nyase bisa mendapatkan perawatan gratis tatkala dia sakit. “alhamdulillah, kini sedang menunggu hasilnya, mudah-mudahan lancar.” Harap Jajang.

Selain hal terbut, Jajang pun berencana akan memberikan sembako setiap bulannya, agar Nyase tak merasakan lagi kekurangan pangan dimasa tuanya. “insya Allah, sembako rutin setiap bulan akan kami berikan untuk Papuq Nyase.” Papar Jajang.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6