Sukses

Warga di Kota Ini Hidup Damai Tanpa Agama, Politik, dan Uang

Liputan6.com, Jakarta - Hidup tanpa agama, politik, dan bahkan uang terdengar mustahil tapi bukan tidak mungkin. Kenyataannya, ada satu tempat di dunia ini yang memberlakukan hal tersebut.

Tempat tersebut bernama Auroville dan terletak di India Selatan, 150 kilometer dari Chennai di Madras. Kota ini didirikan pertama kali pada tahun 1968 dan telah dipuji sebagaii kota internasional oleh UNESCO dengan penduduknya yang terdiri dari lebih dari 50 kewarganegaraan dan budaya yang berbeda.

Warga di kota ini hidup berdampingan tanpa masalah karena mereka tidak memiliki sistem politik dan agama yang sering menjadi penyebab perselisihan. Tidak hanya itu, alih-alih menggunakan uang, warga di tempat ini menggunakan sistem barter untuk hidup.

Bangunan di kota epik ini, dibuat berdasarkan arsitektur eksperimental yang terus berubah. Hal ini dilakukan karena mereka berusaha mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan dengan tujuan utama: daur ulang.

Auroville digagas oleh Mirra Alfassa yang berasal dari Perancis. Karena jasanya, wanita ini dipanggil dengan julukan "Ibu" sebagai bentuk penghormatan.

- 

"Harus ada tempat di bumi ini di mana semua manusia bisa hidup bebas sebagai warga dunia. Sebuah tempat di mana kebutuhan semangat dan minat untuk maju lebih diutaman ketimbang hasrat dan nafsu atau mengejar kesenangan dan materi kenikmatan," ungkap Mirra dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Gostica.

Kota ini terdiri dari beberapa zona, yaitu: zona budaya, zona industri, zona internasional, zona residensi, dan zona damai. Di zona damai, Anda tidak diperbolehkan membicarakan agama, politik, atau masalah duniawi lainnya.

Hingga kini, lebih dari 2.000 orang tinggal di Auroville. Secara sistem pemerintahan, kota ini didukung oleh yayasan yang menampung aspirasi masyarakat. Keputusan pun diambil dengan sistem voting.

- 

Sementara untuk perekonomian, selain menerima sokongan dana dari Pemerintah India dan sejumlah LSM serta donasi dari tamu, di tempat ini juga diberlakukan barter sebagai sistem ekonomi. Kebutuhan akan pakaian dan makanan dapat diambil di satu tempat.

Selain itu, kota ini juga mengembangkan metode multi-tanam yang menggabungkan pohon buah-buahan, ladang, dan kebun, disusun dalam 15 peternakan seluas 160 hektar. Dengan cara ini, mereka memastikan kebutuhan pangan terpenuhi.

Hingga kini, kota ini masih terus berkembang. Dipastikan, Auroville akan menjadi kota masa depan dengan sistem terbuka. Banyak pelancong yang mengaku menemukan pencerahan setelah tinggal di tempat ini. Menarik, ya?

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Menguatnya Konservatisme dan Fanatisme Umat Beragama
Artikel Selanjutnya
Nasib Keluarga Korban Pembakaran di Bekasi Jadi Perhatian LPAI