Sukses

Gadis Ini Meninggal Tersenyum Usai Ed Sheeran Bernyanyi untuknya

Liputan6.com, Jakarta Dokter kembali menempelkan stetoskop ke dada Triona Priestly. Seolah tak percaya jika jantung Triona benar-benar terhenti. Seketika, tangis keluarga Priesly pecah.

Remaja berusia 15 tahun itu dinyatakan meninggal dunia setelah dua minggu berjuang melawan penyakit fibrosis kistik. Triona dirawat di Children's University Hospital, Temple Street. Ia meninggal dengan senyum di wajah, beberapa detik setelah Ed Sheeran menyanyikan lagu kesukaannya.

Semasa hidupnya, Triona dikenal sangat menggemari Ed Sheeran. Tak heran jika, ia bermimpi bisa berduet dengan penyanyi berambut pirang itu.

Ketika Triona harus dirawat di ruang ICU, kakak laki-laki Triona, Aidan Priesly, membuat kampanye di media sosial agar Ed Sheeran mau bernyanyi untuk adiknya.

Gayung pun bersambut, dengan senang hati Ed Sheeran menyanyikan lagu "Little Bird" sebagaimana lagu kesukaan Triona. "Saat itu kami berada di ruang ICU. Ada keluarga, teman, dokter, dan staf rumah sakit," tutur Aidan dialnsir dari Ladbible.com.

Ed Sheeran muncul di acara reality show Ray D'Arcy di RTE One. Aidan buru-buru menyalakan ponsel dengan volume keras dan mendekatkannya ke Triona yang sedang sekarat di dalam tabung.

"Hai Triona, saya dengar kamu adalah penggemar yang hebat," ujar Adian menirukan sapaan Ed Sheeran kepada Triona.

"Dia memainkan seluruh lagu. Kami mengatakan padanya terima kasih. Tapi kami harus pergi."

"Tak lama setelah itu, jantung Triona berhenti berdetak," ujar Aidan.

Triona meninggal akibat penyumbatan lendir di paru-parunya. Fiboris kistik menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuhnya menjadi kental dan lengket sehingga merusak organ-organ penting di dalam tubuh.

(War)

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Pria Ini Buta Setelah Dikencingi Pacar yang Terinfeksi Klamidia
Artikel Selanjutnya
Unik, Kafe Tidur Ini Dirancang untuk Warga Korsel yang Gila Kerja