Sukses

Rumah Zakat Bangun Pusat Pemberdayaan Wanita Pengungsi Suriah

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Zakat membangun gedung untuk pusat aktivitas pengungsi wanita di Reyhanli, Turki. Andri Murdianto, Special Program and Crisis Center Department Head Rumah Zakat mengatakan, gedung tersebut nantinya akan dijadikan sebagai pusat pelatihan dan pemberdayaan bagi mereka.

“Di sini nantinya akan dilakukan berbagai aktivitas pemberdayaan, seperti pelatihan bahasa Arab dan bahasa Turki agar pengungsi Suriah dapat berbaur dengan masyarakat lokal, pelatihan tahfidz Qur’an, kursus kecantikan kursus menjahit, dan konsultasi kejiwaan. Hal ini agar kedepannya mereka bisa mandiri walaupun dengan berbagai keterbatasan kondisi,” ujar Andri, Rabu (19/4).

Selain itu, Rumah Zakat juga mendistribusikan bantuan paket makanan untuk 87 anak di Wisma Yatim Reyhanli. Wisma Yatim ini merupakan salah satu program jangka panjang yang juga digulirkan oleh Rumah Zakat untuk anak yatim Suriah dan akan mulai ditempati pada akhir April 2017.

“Satu villa (rumah) dapat ditempati 18 anak dengan fasilitas kamar tidur, kamar mandi, rumah utama, ruang belajar, dapur, dan 6 pengasuh yang dibagi menjadi 2 shift siang dan malam. Wisma Yatim ini juga dilengkapi dengan mini market, klinik baik untuk pengobatan fisik maupun trauma healing, boarding school, lapangan olahraga, dan masjid,” tutur Andri.

Andri menambahkan, pada hari Selasa (18/04) lalu, Tim Kemanusiaan Rumah Zakat juga mengunjungi pabrik roti yang menjadi penyuplai kebutuhan makanan pengungsi Suriah di Reyhanli, Turki. “Setiap hari pabrik roti ini memproduksi 1 juta roti untuk didistribusikan kepada 170ribu jiwa yang berada di shelter pengungsi. Hari ini kita akan distribusi makanan ke camp pengungsi,” jelasnya.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6