Sukses

Mahasiswa Ini Lestarikan Citruk, Jajanan Khas Tasikmalaya

Liputan6.com, Jakarta Jika kamu jalan-jalan ke Kota Tasikmalaya jangan lupa mencoba cemilan khasnya yaitu Citruk. Kuliner ini sekarang makin jarang ditemui termasuk di daerah asalnya.

Menghadapi hal itu, seorang mahasiswa yang bernama Achmad Bushtomy bermaksud melestarikan Citruk sebagai cemilan khas daerah Tasikmalaya. Mahasiswa Program sarjana Universitas Padjajaran Fakultas Ilmu Budaya ini memulai bisnis kuliner sejak pertengahan 2015.

Citruk adalah jajanan khas Tasikmalaya sejenis kerupuk. Citruk dibuat dari tepung kanji dan tepung terigu yang dibentuk bundar mirip koin. Sebenarnya Citruk adalah singkatan dari kata bahasa Sunda "aCI ngageTRUK" yang artinya tepung kanji yang agak keras namun namun renyah.

Achmad Bushtomy mengatakan, yang melatar belakangi untuk membuat bisnis kuliner ini ialah Nabi Muhammad SAW "saya terinspirasi dari Nabi Muhammad SAW beliau bertahan hidup dengan berdagang, dan mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki salah satunya ialah perdagangan" tutur Achmad Bushtomy kepada Campus CJ. 

Pada saat ini omzet yang didapat dari usaha kuliner citruk sekitar 4 juta setiap bulannya. Sekarang Achmad Bushtomy telah membiayai kehidupannya sehari-hari dia pun juga telah bisa membayar biaya kuliah sendiri.

 Jadi jika kamu ingin ngemil sehat ada baiknya kamu mengunjungi ig @mimatisnack, Citruk Mimati cemilan khas daerah Tasik yang dijamin sehat dan bergizi.

Penulis:
Muhammad Aizat Kautsar

Universitas Pancasila


Jadilah bagian dari Komunitas Campus CJ Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: campuscj6@gmail.com serta follow official Instagram @campuscj6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.

Artikel Selanjutnya
Meriahkan HUT ke-72 RI dengan Panjat Pohon Pisang
Artikel Selanjutnya
Mencicip Kuliner Warisan Nusantara di Festival Kuliner Surabaya