Sukses

Ari, Barista yang Jago Melukis di Atas Secangkir Kopi

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang setuju membuat secangkir kopi yang enak merupakan sebuah seni. Saat ini memesan kopi khususnya latte, kita tidak akan mendapati secangkir kopi latte polos tanpa lukisan. Hiasan khas yang memperindah kopi ini disebut latte art. Waktu peracik kopi atau barista sedang beraksi membuatnya di coffeebar, kita pasti takjub melihatnya. Para barista melukis kopi dengan susu yang dibuat sedemikian rupa dengan lukisan yang menarik. Tetapi itu tak semudah yang terlihat. Perlu keterampilan khusus dan latihan agar latte art terlihat sempurna.

Salah satu barista kedai kopi ternama yang sudah mengikuti puluhan  kompetisi latteart, Achmad chusairi akan membagi pengalamanya tentang latteart. Kurang lebih sudah tiga tahun ia bergelut di dunia kopi.

Awal mula Ari, begitu sapaannya terjun menjadi barista karena Ari sangat menyukai kopi dan makin mencintai kopi setelah menjadi barista. “Saya penikmat kopi sebelum menjadi barista dan semakin mencintai kopi setelah menjadi barista.” Ujar Ari saat di wawancarai oleh Sahabat Liputan6.com.

Selain mengerti kopi, Ari juga handal dalam seni latte art.Terbukti dari seringnya Ari mengikuti kompetisi. Puncaknya tahun ini Ari harus puas berada di posisi kedua pada tingkat regional di kompetisi nasional. Seperti gayung bersambut, tak lama setelah kompetisi nasional. Ari kembali mengikuti kompetisi yang sangat bengengsi, SLAC (Starbucks Latte Art Competition). Membawa namanya menduduki juara pertama, mengalahkan barista-barista yang juga handal di bidang latte art.

Ari membagi cerita kepada SahabatLiputan6.com mengapai sangat gigih berlatih latte art, hingga pada akhirnya bisa menjadi sang jawara. Awal mula Ari mencoba latte art pertamanya saat ia menggambar sebuah hati.

Secangkir kopi berlukiskan hati itu ia berikan kepada seorang wanita berkebangsaan asing yang sedang berada di kedai kopinya. Berulang kali wanita itu mengucapkan terima kasih untuk secangkir kopi hati tersebut. Sampai wanita itu rela mengembalikan cangkir kotor kepada Ari dan kembali mengucapkan terimakasih. Dari saat itu Ari mulai tahu ada hal kecil yang ia buat ternyata berdampak baik untuk penikmatnya.

Menurutnya ada dua hal penting yang harus di perhatikan jika ingin mencoba latt art. Pertama dibutuhkan foam (busa susu) yang baik, halus, tidak tebal dan tidak terlalu tipis. Kedua di butuhkan shot kopi yang baik. Dua hal yang harus di pahami bagi pemula yang ingin mencoba.

“Dua hal itu mengingatkan saya dengan salah satu mentor saat itu. Mentor saya bilang, jika ada Art yang bagus di secangkir latte dapat dipastikan rasa kopi tersebut juga pasti enak. Karena penunjang keberhasilan sebuah latte art terletak pada foam dan shot.

Penulis :

Fatricia Risti Wulanda

Universitas Moestopo

Jadilah bagian dari Komunitas Campus CJ Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: Sahabatliputan6@gmail.com serta follow official Instagram @sahabatliputan6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.

Artikel Selanjutnya
Mari Menyesap Kopi dari 3 Era di Prawiro Coffee Festival I
Artikel Selanjutnya
Secangkir Kopi Kintamani untuk Jokowi di Istana