Sukses

SYAH, Inovasi Cerdas untuk Bertayamum di Era Modern

Liputan6.com, Jakarta Di era modern ini kebanyakan masyarakat menginginkan suatu hal yang mudah dan cepat, karena banyaknya kesibukan sehingga mereka lupa waktu. Terlebih waktu untuk melaksanakan ibadah bagi masyarakat muslim.

Terlebih lagi bagi mereka yang sedang melaksanakan perjalanan jauh dan sudah menemukan air, sehingga mereka tidak bisa melaksanakan thaharah atau bersuci.

Debu merupakan suatu alat atau media yang bisa digunakan dalam bersuci, yaitu tayamum saat tidak ada atau sulit air. Secara garis besar, tayamum berarti mengusap tanah atau debu ke muka dan kedua tangan sampai siku dengan beberapa syarat.

Foto: Istimewa

Dalam pelaksanaannya, tayamum merupakan teknik paling sederhana sehingga mudah dilakukan. Namun, sebagian kaum muslim mengalami kesulitan dalam melaksanakan tayamum. Hal ini dikarenakan ketidakyakinan terhadap kualitas debu.

Karena tidak semua debu dapat digunakan untuk tayamum. Adapun debu yang digunakan untuk bertayamum adalah debu yang suci, tidak basah, debu yang didapat secara ghasab, dan debu atau tanah kuburan yang belum digali.

Jika debu yang bercampur dengan pasir maka tidak bisa digunakan untuk tayamum. Tidak hanya itu, kebiasaan masyarakat modern menganggap debu sebagai sesuatu yang kotor, dan dapat menyebabkan penyakit.

Oleh karena itu, sekelompok mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan Cendikiawan Muslim (PKMK CK) menciptakan produk inovatif untuk membantu masyarakat dalam bersuci di manapun berada dengan kondisi kurang air yang bersih dari najis sangat diperlukan.

Produk "debu" untuk tayamum ini dibuat seperti halnya buku yang di dalamnya terdapat cetakan-cetakan tangan kiri dan kanan yang terbagi dalam berbagai lembaran dengan bermacam macam ukuran. Mulai dari ukuran tangan orang dewasa hingga anak-anak.

Produk ini dinamai “SYAH” (Suci Yakin Nan Mudah) dengan harapan dapat terciptanya suatu produk inovatif yang dapat membantu masyarakat dalam bersuci dalam kondisi kurang air.

Keunggulan SYAH ini selain edukatif untuk berbagai usia, kemasan yang unik dan menarik karena kertas berbentuk telapak tangan.

Penulis:

Yohanes Andi

*Tonton video menarik berikut ini:

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Gandeng Binus, Apple Siapkan SDM Untuk Kantor R&D di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Rayakan Ultah Ke-70, Wrangler Luncurkan Koleksi Bergaya Retro