Sukses

Mahasiswa Unsoed Ciptakan Alat Ukur PH dari Tanaman Lokal

Liputan6.com, Jakarta Nilai pH memiliki peranan yang sangat penting dan perlu dipantau terutama bagi kontrol kualitas produk farmasi, kosmetik, dan makanan. Kondisi tingkat pH pada cairan tubuh seperti urine, darah, dan cairan biologis lainnya juga perlu dipantau untuk mengetahui tingkat kualitas kesehatan dari manusia.

Kondisi pH air di lingkungan juga perlu diuji untuk mengetahui kualitas air, baik untuk konsumsi maupun penggunaan air bagi kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pH sebagai salah satu parameter kualitas air perlu dimonitor bagi kelangsungan hidup organisme seperti pemantauan air kolam, air akuarium, atau air pada kolam budi daya perairan.

Untuk mengukur nilai pH biasanya digunakan alat pH meter digital yang dalam pengoperasiannya memerlukan penanganan khusus serta harga alat yang relatif mahal mengakibatkan tidak semua orang dapat menggunakannya.

Foto: Istimewa

Alat ukur pH yang lebih praktis penggunaannya adalah dalam bentuk test strip, tetapi harga yang ditawarkan di pasaran juga masih relatif tinggi. Selain itu, test strip yang ada di pasaran tersebut terkadang digunakan bahan indikator kimiawi sintesis yang tidak ramah lingkungan.

Pentingnya pengukuran dan pemonitoran tingkat pH bagi kehidupan sehari-hari dan masih mahalnya harga alat ukur pH yang ada di pasaran, mendorong beberapa mahasiswa Farmasi Unsoed untuk menciptakan dan mengembangkan alat ukur pH berbentuk test strip yang murah, mudah, praktis, dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal berupa ekstrak tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Penelitian yang diketuai oleh Eva Karyati dengan anggota tim Charlina Detty Vikarosa, Ilmi Nur Hafizah, Hamidah Raisa Utami, dan Medi Khairun ini dilakukan selama kurang lebih lima bulan di Laboratorium Kimia Farmasi Unsoed dengan didanai sepenuhnya oleh Kemenristekdikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) tahun 2017.

Kelompok peneliti mahasiswa Farmasi Unsoed tersebut yang mereka beri nama kelompok penelitian NapI (nature pH indicator) dibimbing secara intensif oleh Bapak Hendri Wasito, M.Sc., Apt. yang merupakan salah satu dosen Farmasi Unsoed dengan bidang kepakaran kimia farmasi analisis dan juga merupakan kepala Laboratorum Kimia Farmasi Unsoed.

Tim peneliti telah melakukan uji kepada lebih dari dua puluh tanaman lokal berupa sayuran, rimpang, bunga, buah, dan beberapa jenis tanaman lainnya. Tanaman tersebut mereka buat menjadi ekstrak dan diujikan pada berbagai larutan uji dengan nilai pH 0-14.

Kelompok penelitian tersebut berhasil menemukan lima jenis tanaman, yakni rimpang kunyit, kol ungu, bunga mawar, rosela, dan kecombrang yang cukup potensial digunakan sebagai indikator alami dalam test strip yang mereka buat karena memiliki rentang pengukuran dengan perubahan warna yang dihasilkan cukup beragam selain tanaman yang mereka pilih tersebut harganya murah dan banyak tersedia di lingkungan sekitar.

Kelima ekstrak tanaman yang terpilih kemudian dikombinasikan serta diimobilisasi dalam membran selulosa. Test strip kemudian diuji beberapa parameter performa analisis serta uji biodegradabel produk dengan hasil yang cukup baik. Penggunaan alat tersebut sangat sederhana, yakni cukup larutan sampel yang akan diuji diteteskan pada test strip atau hanya dengan mencelupkan test strip dan membandingkan dengan warna standar yang telah dibuat untuk masing-masing tingkat pH dari pH 0 hingga 14 dengan waktu respons alat yang cukup cepat hingga kurang dari 10 detik.

Alat ukur pH dari ekstrak tanaman berbentuk test strip yang diciptakan tim peneliti tersebut juga telah berhasil diaplikasikan untuk mengukur berbagai sampel produk sehari-hari dengan hasil yang sebanding dengan alat ukur pH meter yang ada di pasaran.

Harapan besar bagi tim agar hasil penelitian yang cukup kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan kearifan lokal berupa sumber daya alam lokal tersebut semoga dapat lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam ajang Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) yang tahun ini akan diselenggarakan di Makassar.

Semoga alat yang telah berhasil mereka kembangkan juga bisa dikomersialisasikan atau bahkan dipatenkan. Sementara itu, Bapak Hendri Wasito, M.Sc., Apt. selaku dosen pembimbing yang pada tahun sebelumnya juga telah berhasil membimbing kelompok penelitian mahasiswa Farmasi Unsoed menuju Pimnas berharap semangat yang dimiliki oleh mahasiswa peneliti dari Farmasi Unsoed bisa memberikan semangat berinovasi dan berkreasi bagi mahasiswa lainnya sehingga dapat meningkatkan atmosfer akademik di kampus serta mampu melahirkan generasi-generasi Soedirman yang selalu memiliki semangat maju terus pantang menyerah.

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Kemenperin Buka Lowongan CPNS, Ini Formasinya
Artikel Selanjutnya
Vermikompos, Pupuk Sehat yang Bisa Dikembangkan Sendiri