Sukses

Kopi Dampit Kini Makin Dikenal Pencinta Kopi Dunia

Liputan6.com, Jakarta Malang, khususnya Kecamatan Dampit, menjadi salah satu desa/kota penghasil kopi Robusta terbaik di Indonesia. Fakta ini disampaikan berulang kali oleh Pak Surip. Sejak dulu, Malang dikenal sebagai daerah penghasil biji kopi, khususnya Robusta.

Budi daya kopi dilakukan di beberapa daerah Kabupaten Malang, yakni Dampit dan Tirtoyudo. “Malang Selatan punya kopi (Robusta) yang khas dan cita rasanya lebih enak dari Lampung.

Sudah sejak lama Dampit dijadikan sebagai pusat pengepulan komoditas pertanian dari beberapa kecamatan di Malang Selatan. Pemerintah Hindia Belanda adalah yang awalnya membuka sentra penampungan berbagai komoditas pertanian di Dampit untuk memudahkan sistem dagang mereka saat itu.

Bahkan hingga kini, di sekitar Pasar Dampit masih ditemukan beberapa bangunan tua bekas gudang penyimpanan komoditas dagang kolonial Belanda.

Jadi, dari dulu, sejarah kopi di Malang Selatan tak ubahnya seperti sejarah keberadaan kopi di daerah-daerah lain di Indonesia. Tumbuh di perkebunan-perkebunan di bawah kendali pemerintah Hindia Belanda, untuk menggenjot produksi dan memenuhi kebutuhan kopi di Pasar Eropa. Petani yang menanam tak pernah terlibat dalam urusan tata niaga. Bahkan menanamnya pun semula karena terpaksa.

Hingga saat ini pun masih terjadi, termasuk untuk kopi. Salah satu contohnya adalah kopi Amstirdam, yang kabarnya berasal dari Malang. “Kopi Amstirdam bukan kopi dari kota Amsterdam, Mbak. Melainkan kopi dari daerah sini, lah wong amstirdam itu singkatan dari; “Ampelgading, Sumbermanjing, Tirtoyudo, Dampit. ”

Foto: Istimewa

Secara ekonomi masyarakat Dampit kian menggeliat. Itu pun tidak lepas dari keberadaan perkebunan kopi di sana. Ada sedikitnya 2.500 hektare lahan yang dijadikan perkebunan kopi di Dampit. Jika satu hektare rata-rata terdiri atas 1.200 pohon kopi, berarti di Dampit sedikitnya ada 3 juta pohon kopi (1.200 x 2.500).

Di luar negeri, terutama di Eropa, kopi Dampit sangat terkenal, terutama jenis kopi Robusta. Kopi jenis Robusta asal Dampit dianggap punya special taste karena ditanam di ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan air laut dan memiliki struktur tanah yang baik.

Hampir 90 persen produk dari kopi Dampit diekspor. Ada sebuah perusahaan yang berdiri di sana, yang khusus menjadi pengekspor kopi-kopi asal Dampit.

Saking terkenalnya merek kopi Dampit, si pengekspor itu bahkan mengambil kopi dari daerah lain (misalnya dari Lampung dan Aceh), selanjutnya dioplos dengan kopi Dampit, dan diberi label: Kopi Dampit. Keberadaan perkebunan kopi di Dampit adalah potensi yang luar biasa yang dimiliki oleh Kabupaten Malang.

Agar potensi itu awet, maka para petaninya harus dibikin betah dan untung selama menjadi petani kopi. Hal ini pun butuh perhatian dari pemerintah, agar para petani tersebut tetap betah dan untung selama menanam kopi.

Yang masih belum dikembangkan dari keberadaan perkebunan kopi di Dampit itu adalah dari sisi wisatanya.

Menurut saya, perkebunan kopi di Dampit bisa dijadikan sebagai objek agrowisata kopi. Di Bali, tepatnya di perkebunan kopi Sailand di kawasan Bangli (jalan yang menuju Tampaksiring atau Kintamani), ada agrowisata kopi yang sangat terkenal dan kerap dikunjungi para turis asing dari Eropa.

Di tempat itu, para turis bisa menyeduh sendiri kopi yang disediakan di kebun. Selain itu, bisa juga menyaksikan proses mengolah biji kopi. Hal-hal yang seperti ini, sebenarnya sangat bisa dilakukan di areal perkebunan kopi Dampit. Tinggal mau atau tidak meniru seperti yang ada di Bali itu. Jika saja penduduk di Dampit bisa mengelola perkebunan menjadi tempat wisata seperti perkebunan kopi di Bali mungkin saat ini Dampit bisa menjadi salah satu tujuan para turis lokal maupun asing untuk mengenal lebih jauh tentang kopi khas Dampit dan juga bisa merasakan kenikmatan kopinya.

Dan jika penduduk sekitar memang bisa menjadikan perkebunan kopi sebagai tempat wisata pasti tingkat perekonomian warga Dampit bisa naik dan juga bisa menjadi pemasok perekonomian bagi Kabupaten Malang.

Penulis:

Bagus Eka

*Tonton video menarik berikut ini:

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Top 3: Kemukus Saat Soekarno Lahir, Latte Art ala Barista Tampan
Artikel Selanjutnya
Kompetisi Roasting dan Brewing Kopi Jadi Atraksi Wisata Bondowoso