Sukses

Mahasiswa UB Ciptakan ETROVICE untuk Percepat Tumbuh Sayuran

Liputan6.com, Jakarta Baru-baru ini, mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, yaitu Sintya Laylie M (FTP, 2015), Danar Wicaksono (FTP, 2014), Khurun In Nur K (FTP, 2014), dan Aziz Iman W (FTP, 2014) dengan bimbingan Joko Prasetyo, STP.,MSi. membuat sebuah alat yang bernama ETROVICE (Electroculture Vegetable Device) yang merupakan alat yang sangat membantu permasalahan petani Indonesia, seperti etiolasi pada sayuran.

Dengan menggunakan Etrovice ini, tanaman akan tumbuh lebih cepat dan tentunya menghasilkan kualitas dan mutu sayur yang lebih baik. Etrovice ini memadukan cahaya monokromatik dari lampu LED merah dan biru dengan sonic bloom. Pembuatan alat ini terinspirasi pada banyaknya keluhan petani Indonesia yang mengalami gagal panen dikarenakan sayuran kurus dan tidak segar yang menyebabkan bobot panen yang sedikit.

Alat ini kerjanya maksimal apabila digunakan untuk tanaman yang ada pada sebuah green house. Fungsi green house sendiri yaitu untuk mencegah tanaman terserang hama dan menghindari dari cuaca ekstrem. Sebagai contoh, sawi yang ditanam di dalam green house mempunyai waktu panen berkisar 40-70 hari, dengan menggunakan Etrovice dapat dipanen dalam waktu berkisar 1 bulan.

Adapun komponen-komponen dari Etrovice, yaitu terdiri dari rangkaian lampu LED, speaker, dan panel surya. Rangkaian lampu LED sebagai cahaya monokromatik akan membantu memberikan cahaya bagi tanaman untuk proses fotosintesisnya pada saat malam hari. Speaker yang berperan sebagai sonic bloom akan mengeluarkan gelombang suara dengan frekuensi 3000-5000 Hz yang dapat membuka stomata daun lebih lebar dibandingkan dengan biasanya. Pembukaan stomata ini akan membuat penyerapan air lebih banyak. Untuk Etrovice ini suara yang dipakai yaitu musik gamelan “Kebo Giro”.

Sehingga dengan perpaduan cahaya monokromatik dan sonic bloom, tanaman yang dibudidayakan petani di dalam green house akan dapat tumbuh dengan cepat dan baik.

Kemudian panel surya berfungsi sebagai sumber energi listrik yang menyerap energi matahari yang dayanya disimpan di dalam aki yang digunakan sebagai sumber arus listrik.

Adapun manfaat dari alat ini, yaitu mengatasi permasalahan etiolasi pada tanaman, mempercepat masa panen, meningkatkan kuantitas, kualitas, dan nilai ekonomi hasil panen. *

Penulis:

Khurun Kholifah

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Genjot Produksi Buah Lokal, Mentan Kucurkan Rp 5,5 Triliun
Artikel Selanjutnya
Sabun Cuci Tangan dari Biji Pepaya Bisa Cegah Diare