Sukses

Ada Kucing Imut di Prangko Resmi Peringatan Perang Korea

Liputan6.com, Jakarta - Setiap manusia bisa dibilang menyukai hal-hal lucu yang menggemaskan. Tidak terkecuali, masyarakat Korea Utara yang selama ini dikenal sangat menutup diri dari dunia luar.

Baru-baru ini, pemerintah Korea Utara merilis sejumlah prangko resmi dalam rangka memperingati Perang Korea. Namun siapa sangka, beberapa prangko justru didesain unik. Ada yang bergambar jamur, papan catur, anak kecil dan juga kucing imut. 

Walaupun begitu, ada juga yang desainnya masih melanjutkan "tradisi" yang menggambarkan penghancuran Pyongyang atas musuh-musuhnya. Seperti gambar-gambar anti-Amerika Serikat. Meski demikian, gambar anti-Amerika adalah salah satu dari desain prangko Korea Utara yang unik atau aneh menurut sejumlah orang.

Sebuah katalog online yang diolah pemerintah Korea Utara, Korean Stamp Corporation, memberikan lebih dari 70 kategori desain.

Topik seperti sejarah revolusi dan penghormatan kepada Kamerad Kim Jong-un bersanding dengan propaganda lainnya seperti transportasi, infrastruktur dan inovasi.

Menurut kepala Studi Asia di University of British Columbia, Ross King, Pyongyang jelas menargetkan para kolektor prangko.

"Pesan propaganda perlu, tapi para kolektor tak peduli, yang penting mereka mengoleksi prangko-prangko dari Korut, ini yang ditargetkan oleh Pyongyang," lanjutnya.

"Bahkan, pada 1980-an, negara ini punya daftar koleksi Putri Diana. Mereka pikir warga Inggris akan membelinya," ujar King.

King menduga, Korea Utara "berada di level atas bersama Amerika Serikat" sebagai salah satu otoritas penerbitan prangko paling produktif di dunia.

"AS adalah contoh lain dari sebuah negara yang menggunakan layanan pos untuk menghasilkan banyak uang dari para kolektor," kata King.

"Korea Utara dan Amerika Serikat sangat mirip dalam hal itu."

Sama seperti layanan pos negara Barat, negara tertutup itu juga merancang prangko untuk memperingati prestasi nasional dan acara dunia.

Subjek yang umum termasuk Hotel Ryugyong, struktur berbentuk piramid 105 lantai yang mendominasi cakrawala Pyongyang, dan Piala Dunia 2014 -- yang sejatinya tak diikuti Korut karena gagal babak kualifikasi zona Asia.

Namun, meski nilainya rendah, prangko murah diproduksi dan sangat menguntungkan, demikian menurut kolektor dan penjual prangko asal Belanda, Willem van der Bijl.

"Kebanyakan tidak memiliki nilai pasar yang tinggi," katanya Willem.

"Prangko baru, dalam kondisi lumayan, dijual seharga sekitar 50 sen (dalam mata uang AS) per prangko. Meski tak dijual mahal, tapi mereka hanya mencetak kertas yang tidak berharga dan menerima dolar yang berharga," ujar Willem

"Prangko yang menampilkan olahraga dan hewan hanya dibuat untuk menyenangkan kolektor dan mendapatkan mata uang asing," lanjutnya.

Willem adalah orang uang kerap mengunjungi Korea Utara. Namun, ia berhenti setelah pernah ditangkap dan ditahan selama dua minggu. Ia menyukai desain sederhana prangko Korea Utara. Dia mengklaim memiliki "hampir semua" prangko yang pernah dikeluarkan oleh negara tersebut.

Kalau kamu, sudah punya koleksi prangko produksi Korea Utara?


Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Ini Sosok Nenek yang Selalu Umumkan Kejadian Mahapenting Korut
Artikel Selanjutnya
Rayakan Kesuksesan Tes Rudal, Korut Rilis Prangko Propaganda Baru