Sukses

Biar Kekinian, Pramuka Siap Eksis di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta Mengenakan kemeja coklat dan dasi merah putih menjadi ciri khas anggota Pramuka. Namun, sekarang organisasi yang didominasi remaja dan anak muda ini juga tak mau ketinggalan zaman. Aktif di media sosial dibuat sebagai satu ciri tambahan.

Makanya, dalam Kwarnas (Kwatir Nasional) Gerakan Pramuka, 13-21 Agustus 2017 organisasi ini akan meluncurkan panduan positif dalam bermedia sosial. Dengan tagline "Semua Pramuka Adalah Kantor Berita", Pramuka ingin menyadarkan generasi muda untuk bertanggung jawab terhadap isi media sosial mereka masing-masing.

"Setiap pemuda khususnya anggota Pramuka dituntut punya kemampuan memberitakan beragam kegiatan yang produktif. Sebut saja seputar kearifan lokal, pariwisata, kuliner, dan potensi daerah asal tiap-tiap anggota," kata Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka bidang Kominfo Hariqo Wibawa Satria saat mengunjungi Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Kampanye positif ini pun lalu dituangkan dalam 10 tugas anggota Pramuka di Media Sosial. Pertama, anggota Pramuka diharapkan bisa menyadari bahwa konten yang diunggah akan dilihat, dipahami, dan dimengerti orang banyak. Jadi harus memikirkan dampak positif maupun negatif dari konten itu.

Kedua, setiap konten baik tulisan, foto, video, atau meme harus diproduksi sesuai nilai-nilai kebajikan.

Ketiga, anggota harus berkomitmen untuk rela mempromosikan prestasi anak negeri, produk unggulan daerah, pariwisata, kuliner, dan budaya.

Keempat, anggota Pramuka harus berkomitmen untuk mempertahankan ideologi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika serta merawat harmoni dan solidaritas warga di media sosial.

Kelima, media sosial harus dijadikan anggota Pramuka sebagai sarana untuk menghayati dan mengamalkan Satya Dharma.

Keenam, anggota harus bersedia memberitakan kegiatan Pramuka atau organisasi lain yang positif.

Ketujuh, anggota diharapkan bisa menghidupkan tagar #Setiap PramukaAdalahKantorBerita dan #RainasPramuka2017.

Kedelapan, pemuda harus menolak dan tidak memproduksi, membagikan, mengomentari, dan menyukai konten-konten fitnah dan informasi hoax yang berpotensi merusak persatuan Indonesia.

Kesembilan, anggota Pramuka harus menjaga nama baik pribadi, keluarga, sekolah, organisasi, dan latar belakang lain. Selain itu, nama baik orang lain juga harus dijaga.

Kesepuluh, setiap unggahan di media sosial harus berupaya melawan aksi-aksi aparatisme, radikalisme, liberalisme dan komunisme serta menjaga perdamaian di media sosial.

Bagaimana menurut kamu, positif dan layak diikuti ya pesan Pramuka ini. *

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Ucapkan Dirgahayu Indonesia, Raisa Disindir
Artikel Selanjutnya
Bahas Makna Merdeka, Anji Sorot Pemaksaan Kehendak