Sukses

4000 Warga Desa Pringombo Hadiri Yogrt Pesta'in Sekampung

Liputan6.com, Jakarta Sejak pagi, warga Desa Pringombo, Rongkop, Gunung Kidul berduyun-duyun mendatangi lapangan sepak bola di kampungnya.

Hari ini, Minggu (23/7) seluruh warga desa yang berjumlah sekitar 4000 orang menghadiri Pesta'in Sekampung, acara halalbihalal yang diadakan oleh Sukiyana, salah satu warga yang memenangi program kampanye Yogrt.

Yogrt, aplikasi media sosial berbasis lokasi ini memulai kampanye Pestai'in Sekampung sejak 29 Mei lalu. Kampanye ini mengajak seluruh Yogrteer, anggota Yogrt, untuk terhubung kembali dengan orang-orang sekitar, saling berkomunikasi dan melanjutkan tradisi dengan semangat saling berbagi, berbuat baik sekaligus bermaaf-maafan, salah satunya dengan halal bi halal.

Menurut Jason Lim, founder aplikasi ini, Yogrt memilih kampanye Pesta'in Sekampung karena orang Indonesia menganut kolektivisme yang lebih mengedepankan kelompok sehingga memiliki kecenderungan untuk menjadi bagian dari sebuah komunitas.

Kampanye ini juga mendorong pengguna aplikasi Yogrt untuk menjadi pahlawan di kampungnya dan pulang ke daerah asal sebagai tuan rumah untuk merayakan halalbihalal untuk mereka yang mampu mengakomodasi hingga 5000 orang.

Selain itu, ide kampanye Pesta’in Sekampung ini  sangat original dan membumi karena melanjutkan tradisi yang telah berlangsung lama.

Sukiyana, pria yang masih single ini merasa bangga bisa menghadirkan ribuan orang di kampungnya dalam acara ini. Menurutnya, ia tak pernah menyangka bisa memenangkan kampanye yang diikuti oleh sekitar 2000 orang dari berbagai wilayah si Indonesia.

Acara yang dihadiri lebih dari 4000 orang ini dimeriahkan oleh Ananda Omesh yang berasal dari Sukabumi Jawa Barat.

"Yogrt Pesta'in Sekampung membuat saya kembali meresapi makna tradisi halalbihalal yang melekat kuat dengan budaya masyarakat Indonesia," katanya.

Kepala desa Pringombo, Suratin, berharap mudah-mudahan event Pesta'in Sekampung ini akan diteruskan pada tahun-tahun mendatang oleh warga Desa Pringombo.

Ribuan warga desa ini tampak gembira dengan adanya pesta yang langka ini juga karena dihibur dan juga hiburan campur sari dan hiburan lokal seperti musik rebana.

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

Artikel Selanjutnya
Ini Sebab Guru Ponpes di Bogor Bakar Umbul-Umbul Merah Putih