Sukses

Pemenuhan Hak 800 Anak Marjinal di Peringatan Hari Anak Nasional

Liputan6.com, Jakarta Sahabat Anak adalah nama komunitas yang peduli terhadap anak-anak marjinal di seluruh Jakarta. Sahabat Anak mengadakan acara tahunan bertajuk Jambore Sahabat Anak. Sebuah acara di mana anak-anak marjinal dari penjuru Jabodetabek mendapatkan kesempatan untuk berkumpul, belajar, bermain selayaknya seorang anak di lingkungan yang aman.

Sahabat Anak adalah organisasi lokal berbasis komunitas yang bertujuan untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak marjinal di 7 area di Jakarta. Tahun ini Sahabat Anak mengadakan Jambore Sahabat Anak XXI di Hari Anak Nasional. JSA XXI, diadakan pada 22-23 Juli 2017 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta.

Jambore Sahabat Anak merupakan acara tahunan yang dimulai pada 1997, sekitar 21 tahun yang lalu. Tahun ini ada 800 anak marjinal yang anak berpartisipasi bersama dengan 400 orang kakak pendamping selama dua hari. Selama dua hari ratusan anak marjinal dan anak jalanan serta ratusan relawan yang tak lelah untuk memperjuangkan hak anak Indonesia.

Tema JSA tahun ini adalah Keluargaku Pelindungku. Fokus kampanye ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang perlindungan anak, terutama bahwa anggota keluarga harus menjadi pelindung utama bagi seorang anak.

“Melalui JSA, Sahabat Anak memberikan pengalaman yang positif, termasuk memberikan harapan bagi anak-anak dan memastikan agar mereka tahu bahwa mereka adalah makhluk yang berharga, berhak mendapatkan cinta kasih dan berhak dilindungi oleh orang-orang terdekat mereka, yaitu keluarga,” kata Sasika Rosita Indrasari, Koordinator JSA ke-21.

Tahun ini, Sahabat Anak berkolaborasi dengan Vivo Smartphone, produsen smartphone global, melalui program amal “Perfect Sharing for Perfect Future”. Selain dukungan sponsor JSA XXI, dengan misi yang sama untuk berkontribusi bagi pendidikan anak Indonesia, Sahabat Anak dan Vivo Smartphone juga bekerja sama untuk memberikan dukungan pendidikan melalui beasiswa bagi anak-anak kurang mampu di bawah asuhan Sahabat Anak dan mitranya.

Edy Kusuma, Brand Manager dari PT. Vivo Mobile Indonesia menyatakan, “Vivo Smartphone dan Yayasan Sahabat Anak memiliki misi yang sama untuk pendidikan. Karena itulah Vivo Smartphone mendukung program mereka dengan memberikan beasiswa dan mensponsori Jambore Sahabat Anak XXI.  Melalui program amal ini, Vivo menawarkan beasiswa sebesar Rp500 juta bagi lebih dari ratusan anak di bawah Yayasan Komunitas Sahabat Anak. Beasiswa ini akan diberikan bagi anak-anak yang berada di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama selama satu tahun,” ucap Edy.

Anak-anak berhak untuk dilindungi dari luka atau aniaya, dan perlindungan ini harus dimulai dari rumah mereka. Di Indonesia ada lima pilar perlindungan anak, dua hal yang utama adalah keluarga anak dan negaranya. Keluarga berperan penting dalam perkembangan anak, di mana mereka harus memberikan lingkungan yang aman dan penuh kasih bagi anak-anak karena itu adalah hak dasar anak, dengan begitu seorang anak dapat bertumbuh dan mencapai potensi mereka.

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Pasal 13 No. 23 tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak, dikatakan, “Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan diskriminasi; eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual; penelantaran; kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan; ketidakadilan; dan perlakuan salah lainnya.”

"Selama Jambore Sahabat Anak XXI, kami meminta para pendamping untuk menjadi teladan yang baik dan sahabat bagi anak-anak, dengan menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi mereka untuk menikmati hak asasi manusia mereka yang paling mendasar," tambah Icha.

Akan ada banyak aktivitas selama dua hari, termasuk pertunjukan musik, kegiatan team building, dan sesi edukatif mengenai pentingnya keluarga. Menjelang Jambore Sahabat Anak XXI, setiap relawan yang berasal dari berbagai profesi dan latar belakang telah berkomitmen untuk menjadi pendamping bagi dua anak selama acara berlangsung. Ada proses rekrutmen yang ketat untuk semua sukarelawan, untuk memastikan perlindungan, keselamatan dan kesejahteraan semua anak yang menjadi peserta. Itulah yang menjadi inti dari semua hal yang kita lakukan sebagai organisasi.

Pengirim:

Novita Permatasari

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

 

Artikel Selanjutnya
Kemenakertrans: 32 Perusahaan Turut Fasilitasi Program Wajib ASI
Artikel Selanjutnya
Bima Arya Canangkan Bogor sebagai Kota Ramah Lansia