Sukses

Hari Gajah Dunia: Yuk, Berdonasi bagi Kelangsungan Hidup Mereka

Liputan6.com, Jakarta - Tahukah kamu, tanggal 12 Agustus besok merupakan peringatan untuk Hari Gajah sedunia? Peringatan ini diluncurkan pertama kali pada 12 Agustus 2012, untuk memberi tahu kelangsungan hidup gajah Asia dan Afrika yang terancam karena gajah merupakan makhluk hidup yang cerdas, bahkan dipuja oleh beberapa budaya di dunia. 

Menurut WWF Indonesia, gajah Sumatera (elephas maximus) sudah masuk dalam kategori Critically Endangered (CR-IUCN Redlist). Sudah sekitar 150 ekor gajah telah terbunuh sejak 2012-2016, menurut Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI).

Perburuan terhadap gading gajah menjadi salah satu faktor besar terancamnya populasi gajah. Tubuh gajah dibiarkan membusuk di lokasi setelah gading mereka diambil. Ancamannya juga datang dari penebangan hutan dan perdagangan liar serta perubahan hutan alam menjadi perkebunan sawit serta kertas.

Dalam 25 tahun terakhir, gajah dapat mengonsumsi 150 kg makan dan 180 liter air per hari telah kehilangan sekitar 70 persen habitatnya. Padahal, mereka membutuhkan area jelajah hingga 20 km persegi per hari. 

Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa kotoran gajah dapat membantu proses regenerasi hutan alam, sehingga mereka disebut sebagai 'spesies payung'. Oleh karena itu, konservasi satwa besar ini dapat menyelamatkan serta mempertahankan keragaman hayati dan berbagai spesies kecil lainnya.

Apakah kamu masih ingat dengan Rimbani? Rimbani adalah gajah Sumatera yang lahir pada 1 Juni 2016 di Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau. Nama tersebut diberikan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla pada pembukaan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke-20 2016. Dalam laman Facebook-nya, WWF memberikan perkembangan Rimbani ke warganet

Untuk ikut dalam hari gajah sedunia, masyarakat dapat menyampaikan dukungan dan pengetahuan mereka untuk perawatan gajah dan perlindungan gajah yang lebih baik. Dalam pelestarian ini, WWF Indonesia mengajak masyarakat untuk ikut berdonasi bagi kelangsungan hidup para gajah. *

Penulis:

Meidiana Triani

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

Artikel Selanjutnya
Pria Ini Melacak Sejarah dengan Jadi Tukang Becak untuk Lansia
Artikel Selanjutnya
Anak Papua Raja Ampat Juga Perlu Traveling dan Kenal Indonesia