Sukses

10 Permainan Tradisional Ini Perlu Dilestarikan Saat Lomba HUT RI

Liputan6.com, Jakarta - Permainan tradisional untuk lomba 17 Agustusan biasanya lebih seru untuk dimainkan. Sekaligus sebagai salah satu cara untuk mengenalkan permainan tradisional pada generasi milenial yang sudah terbiasa dengan permainan digital.

Berikut daftar permainan tradisional untuk lomba 17 Agustusan yang bisa dilestarikan kembali dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.

1. Balap Karung

Balap karung adalah lomba ketangkasan adu cepat, tapi menggunakan karung. Lomba balap karung termasuk lomba wajib dalam perayaan dan perlombaan setiap 17 Agustusan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Lomba balap karung awalnya menggunakan karung goni karena karung goni lebih kuat dibandingkan karung beras. Namun, karena karung goni lebih sulit didapatkan dan sudah semakin langka, kini karung yang digunakan adalah karung beras.

Cara bermain balap karung sangat sederhana. Tentukan garis start dan garis finis dengan jarak sekitar 10 meter atau sepanjang lapangan voli atau lapangan bulu tangkis. Peserta balap karung sudah harus masuk ke dalam karung sebelum aba-aba balap karung dimulai.

Setelah aba-aba diberikan, peserta boleh berlari atau lompat tapi masih tetap menggunakan karung hingga mencapai garis finis. Peserta paling cepat menyentuh garis finis adalah pemenangnya.

Permainan balap karung bisa dibagi dalam beberapa babak hingga babak final. Pemenang-pemenang dalam babak penyisihan kemudian diadu kembali dalam babak final.

2. Balap Lari Tempurung

Balap lari tempurung adalah adu cepat berlari tapi dengan menggunakan sandal dari tempurung buah kelapa. Tempurung kelapa dilubangi sehingga membentuk seperti sandal jepit dan diberikan tali yang tetap terhubung pada keduanya.

Balap lari tempurung merupakan salah satu permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan anak-anak generasi saat ini. Inilah saatnya melestarikan kembali permainan tradisional dan mengenalkannya kembali pada anak-anak bahwa ada pemainan tradisional yang lebih seru daripada bermain tablet atau gajet.

Cara bermain lari tempurung tidak jauh berbeda dengan cara balap karung. Perbedaannya hanya media yang digunakan saja. Tentukan jarak garis start dan finish dan peserta harus lebih dari satu orang atau jumlahnya genap.

Pemenang balap lari tempurung ditentukan dari peserta yang berhasil mencapai garis finish terlebih dahulu dengan menggunakan tempurung batok kelapa.

3. Balap Egrang

Balap Egrang adalah adu kecepatan dengan menggunakan egrang. Egrang adalah permainan tradisional dengan menggunakan bambu. Egrang membuat orang yang menaikinya lebih tinggi.

Permainan egrang termasuk permainan ketangkasan karena peserta dituntut menguasai keseimbangan tubuh saat menaiki egrang. Menariknya karena tidak semua peserta pasti menguasai egrang.

Cara bermain adalah dengan menentukan garis start dan garis finish kemudian adu cepat namun dengan menggunakan egrang. Peserta yang mampu melewati garis finish lebih cepat dengan menggunakan egrang menjadi pemenangnya.

4. Balap Bakiak

Balap bakiak adalah adu kecepatan dengan menggunakan sandal bakiak. Sandal bakiak adalah sandal dari kayu berbentuk panjang yang hanya menggunakan karet bekas ban yang harus digunakan oleh dua atau tiga orang dan lebih.

Tingkat kesulitan balap bakiak karena menuntut peserta kelompok dapat berjalan bahkan berlari dengan beriringan secara kompak. Kerjasama dan kekompakan kelompok benar-benar dituntut dalam lomba balap bakiak.

Lomba balap bakiak tergolong unik dan berbeda dengan balap karung, balap tempurung maupun balap egrang. Pasalnya hanya balap bakiak yang harus dimainkan secara berkelompok.

Biasanya yang membuat balap bakiak menjadi lucu karena pasti ada kelompok yang tidak kompak saat berjalan. Kaki kanan dan kaki kiri harus bergerak bersamaan dan konstan hingga mencapai garis finish. Maka, balap bakiak punya tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan balap individual lainnya.

Balap bakiak sangat cocok untuk mempererat persahabatan dan kekeluargaan. Bapak bakiak juga punya makna filosofis yang sangat tinggi agar dalam kehidupan bisa bekerjasama dengan baik.

Karena unik dan menuntut kekompakan, balap bakiak hampir tak pernah absen dalam lomba 17 Agustusan. Terlebih balap bakiak sudah jadi trade mark dalam team building atau acara-acara outbond.

Selengkapnya bisa kamu baca di sini.

(ul)

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

 

Artikel Selanjutnya
Hadirkan Suasana Mataraman di Halal Bihalal Punggowo di Batam
Artikel Selanjutnya
Menpar Arief: Karnaval Kemerdekaan Promosikan Kota Bandung