Sukses

Selamat Tinggal Panjat Pinang, Selamat Datang Panjat Bambu

Liputan6.com, Jakarta - Panjat pinang jadi permaianan yang ditunggu-tunggu setiap perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus. Itu karena, tradisi rakyat Indonesia itu memang sangat seru dan menghibur.

Sebuah pohon pinang yang dilumuri minyak dan gemuk harus dinaiki untuk mengambil sejumlah hadiah di pucuk pohon. Tentunya, kerja sama tim dibarengi teknik memanjat yang baik jadi faktor penentu. Walaupun, licinnya pohon kerap membuat pemanjatan menjadi sangat sulit.

Namun saat ini, panjat pinang terancam akan ditinggalkan warga. Itu karena, adanya perubahan jenis lomba dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan.

Misalnya, penjualan batang pohon pinang di Bandung menjelang HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017 yang masih sepi. Salah satu penyebabnya, karena perubahan teknis lomba panjat pinang.

"Kalau tahun ini sepi pembeli, sekarang mah kebanyakan lebih memilih bambu untuk lomba panjat pinang dibanding batang pinang. Alasannya, bambu harganya lebih murah dan lebih ringan untuk dibawa," kata salah seorang penjual batang pohon pinang bernama Juju, Bandung, Selasa 15 Agustus 2017.

Juju yang menjual dagangannya di sekitar Jalan Ibrahim Adjie Kota Bandung ini mengatakan, setiap tahunnya jumlah pembeli batang pohon pinang selalu mengalami penurunan.

"Sejak beberapa tahun lalu pembelinya semakin menurun. Kalau dulu saya bisa menjual 35-40 batang pohon pinang menjelang HUT Kemerdekaan RI," kata dia.

Namun saat HUT Kemerdekaan Indonesia 2016, kata Jujur, dari 35 batang pohon pinang yang terjual hanya 23 batang.

Ia menjual satu batang pohon pinang sekitar Rp 800.000 sedangkan sebatang bambu dijual Rp 300.000.

"Makanya agar usaha saya lancar, stok batang pohon bambu untuk panjang pinang saya tambah, tapi untuk pohon pinang tidak sebanyak stok batang pohon bambu," kata Juju seperti dilansir Antara.

Namun dia masih terus berharap pada HUT Kemerdekaan RI tahun 2017 ini, seluruh stok batang pohon pinang dan bambu bisa habis terjual.

Semoga ya permainan panjat pinang yang khas Indonesia ini tetap lestari.

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Asyik Berenang di Sungai, Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam
Artikel Selanjutnya
Kocak dan Seru, Panjat Pinang Miring Ala Warga Kalimalang