Sukses

5 Kisah Miris Korban First Travel, Nomor 4 Paling Memilukan

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah korban penipuan agen perjalanan umrah First Travel mencapai puluhan ribu orang. Mereka, silih berganti mendatangi Crisis Center Bareskrim Polri untuk menyampaikan pengaduan.

Mayoritas korban yang mengadu adalah mereka yang sudah membayar sejumlah uang ke First Travel, namun tak kunjung diberangkatkan menunaikan ibadah umrah. Para korban penipuan ini pun, berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Ada yang berprofesi sebagai guru, pegawai swasta, hingga pedagang kaki lima. Seperti Muhammad Faridul, pensiunan guru di Yogyakarta, sudah menabung selama tiga tahun untuk bisa berangkat umrah. Bersama sang istri Purwani Puji Lestari (43), Farid memilih First Travel sebagai agen perjalanan.

Tapi sayang, First Travel ternyata mengecewakan Farid dan istrinya. Mereka hanya diberi janji yang tidak pernah ditepati pihak First Travel.

Selain kisah Faridul, berikut kisah-kisah sedih lain para korban penipuan First Travel:

 

1 dari 6 halaman

1. Pensiunan Guru SD Gagal Umrah

Salah satu korban penipuan First Travel di Bandung adalah pasangan suami istri Maman Warman (66) dan Emi Andriyani (58).

Mereka dijanjikan keberangkatan umrah dari agen perjalanan tersebut sebanyak tiga kali. "Pertama saya dijanjikan bulan Maret, terus diundur jadi April, kemudian di‎undur lagi jadi Mei," kata Maman, Senin 28 Agustus 2017.

Maman dan Emi mendaftar sebagai peserta umrah pada Agustus 2016 lalu, dengan menyetorkan uang senilai Rp 28 juta. Setelah setahun menunggu, mimpi mereka untuk umrah pupus setelah para petinggi First Travel ditangkap polisi karena menggelapkan uang jemaah.

Kini, Maman dan Emi berupaya agar dapat mendapatkan kembali uangnya dari First Travel.

2 dari 6 halaman

2. Perjuangan Tukang Pijit dan Odong-Odong

Seorang pemijat bernama Supriatin (53) warga Bekasi turut menjadi korban penipuan First Travel. Supriatin yang mendaftar Desember 2016 dijanjikan berangkat Mei 2017. Namun, dia bersama 6 tetangganya tak kunjung diberangkatkan.

Padahal, Supriatin sudah melunasi biaya umrah kepada First Travel sebesar Rp 14,3 juta beserta 10 persen pajaknya. Pembayaran dilunasi dalam dua tahap, Rp 5 juta dan pembayaran kedua 9,3 juta.

Supriatin melunasi biaya umrah kepada First Travel dari hasil menabung selama sekitar lima tahun. Dia menyisihkan uang yang dia hasilkan dari memijat khusus pelanggan perempuan dengan tarif Rp 45.000.

Sementara suami Supriatin, Arifin (50), bekerja menarik odong-odong pada pagi hingga sore hari. Penghasilan Arifin dan istrinya sama-sama tidak menentu.

3 dari 6 halaman

3. Kesedihan Nenek Penjual Pecel

Kesedihan karena tertipu First Travel juga dirasakan oleh Buwati, seorang nenek pedagang pecel di Situbondo, Jawa Timur. Telah belasan tahun ia mengumpulkan uang untuk biaya umrah ke Tanah Suci.

Keberangkatan Buwati sudah dua kali tertunda. Padahal, awal tahun ini dia sempat diberangkatkan ke Jakarta untuk bersiap umrah. Tapi ternyata, apa yang dijanjikan First Travel tinggallah janji.

Buwati, harus menerima kenyataan dia belum bisa menjalankan ibadah umrah ke tanah suci Mekah.

4 dari 6 halaman

4. Calon Jemaah Meninggal Dunia

Rokayah, salah satu jemaah calon umrah asal Kampung Pananjung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, meninggal dunia. Jemaah asal Kota Dodol itu diduga meninggal akibat depresi karena tidak kunjung diberangkatkan pihak First Travel.

Rahmat Rosadi, keluarga korban sekaligus korban peserta jemaah umrah First Travel mengatakan, korban mengembuskan nafas terakhir pada Jumat 25 Agustus 2017. Rokayah diduga mengalami depresi memikirkan nasibnya beserta delapan orang lainnya yang merupakan peserta umrah First Travel.

Rahmat mengatakan, Rokayah bersama delapan orang lainnya yang merupakan anak dan sanak keluarga, mendaftar keberangkatan ibadah umrah melalui First Travel sekitar 2015 karena tergiur promo umrah murah.

Awalnya mereka dijanjikan berangkat awal 2017. Dengan dalih mempercepat kebetangkatan, First Travel meminta tambahan sejumlah uang hingga Rp 2,5 juta kepada Rokayah bersama keluarga lainnya.

"Kami percaya saja karena sebelumnya banyak teman-temannya yang telah berangkat," ujar Rahmat.

Namun, janji First Travel memberangkatkannya umrah tinggal mimpi. Keluarga, termasuk Rokayah semakin cemas, saat ketiga bos FT yakni Andhika Surachman, Anniesa Hasibuan, serta Kiki Hasibuan, dicokok pihak polisi secara bersamaan karena diduga menipu para jemaah calon umrah.

5 dari 6 halaman

5. Kandasnya Mimpi Umrah Pedagang Keliling

Mimpi Titin Pertiwi (37) untuk mengunjungi Baitullah harus kandas di tangan pemilik PT First Anugrah Karya Wisata atau First Travel. Titin yang sehari-hari menyisihkan uang hasil kerja kerasnya berjualan baju bekas menjadi korban promosi umrah gratis First Travel.

Setiap minggu, Titin dan suaminya Mujidi, menyisihkan uang sebesar Rp 50 ribu selama lima tahun. Warga Desa Tawang Rejo, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma itu berharap berangkat mengunjungi rumah Allah dengan uang tabungannya. Rencana keberangkatan ke Tanah Suci itu sudah disiapkan dengan matang.

Tetapi, semua persiapan dan kegembiraan itu langsung sirna. Bak disambar petir di siang bolong, Titin menerima informasi keberangkatannya dibatalkan. Kepanikannya bertambah saat semua tayangan televisi memberitakan penipuan yang dilakukan pemilik First Travel Andhika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang saat ini sudah ditahan pihak kepolisian.

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

 Saksikan Video Menarik di Bawah Ini: