Sukses

Meski Beracun dan Berbahaya, 7 Makanan Ini Tetap Digemari

Liputan6.com, Jakarta - Terkadang kita tak mampu menolak godaan junk food. Meski sebenarnya berbahaya, junk food digemari oleh banyak orang. Begitu pun makanan-makanan eksotis berikut ini.

Beberapa orang mungkin menganggap makanan-makanan ini mengerikan, tapi tidak bagi para penikmatnya. Apa saja?

1. Sup Kelelawar

Di beberapa negara Asia, kelelawar merupakan bahan masakan tradisional yang populer. Ada yang menggorengnya atau bahkan dibuat sup seperti foto di atas.

Dalam sup kelelawar, koki akan memasukkan kelelawar utuh ke dalam semangkuk sup. Daging hewan ini dianggap sangat gurih dan memiliki kualitas penyembuhan. Padahal, daging kelelawar juga dapat membawa penyakit bila tidak diolah dengan cara yang tepat.

2. Igunaq

adalah hidangan tradisional masyarakat adat Arktik. Hidangan ini dibuat dengan daging walrus atau rusa yang difermentasi.

Hanya mereka yang sudah terbiasa makan hidangan ini sejak kecil yang bisa mengonsumsinya tanpa konsekuensi negatif. Proses fermentasi daging ini menghasilkan racun yang dapat menyebabkan penyakit dan kematian lewat botulisme.

 

 

1 dari 4 halaman

3. Sup Asin Mentah

Darah bebek atau angsa banyak digunakan dalam masakan Vietnam, terlebih untuk memasak sup. Diyakini bahwa baik koki maupun orang yang memakan sup ini akan memperoleh kekuatan.

Padahal terdapat bahaya dalam mengonsumsi darah unggas, seperti virus flu burung, dan penyakit lainnya. Namun hal tersebut tak dapat menghentikan pecinta sup berdarah.

4. Kue Daging Gagak

Di beberapa bagian Lituania, pai daging gagak sering direkomendasikan untuk meningkatkan potensi seksual pria. Di Uni Soviet, pihak berwenang mencoba melarang tradisi ini karena dikhawatirkan membahayakan kesehatan. Namun, infeksi tampaknya tidak menakuti orang-orang. Pai ini masih populer.

2 dari 4 halaman

5. Casu Marzu

Bila diterjemahkan dari bahasa Sardinia berarti keju busuk. Ini merupakan sebenar-benarnya keju yang telah membusuk. Bagi masyarakat setempat ternyata rasa keju berbelatung dapat menambah efeknya.

Akan tetapi, mengonsumsi hidangan ini dapat mendatangkan konsekuensi reaksi alergi, keracunan makanan, dan infeksi larva.

6. Fugu

Ikan buntal yang digunakan untuk memasak fugu mengandung sejumlah besar racun tetrodotoxin. Koki harus menjalani pelatihan khusus untuk belajar memasak ikan ini dengan benar dan bisa memotong bagiannya yang beracun.

Namun, ini tidak menjamin makanan ini sepenuhnya aman. Setiap tahun, beberapa orang meninggal karena keracunan di Jepang.

3 dari 4 halaman

7. Feseekh

Makanan ini merupakan ikan mullet yang difermentasi dan berasal dari Mesir. Tradisi yang berusia ribuan tahun ini bermula dari kebiasaan Sungai Nil yang membawa ikan mati ke tepian sungai setelah banjir.

Saat ini feseekh telah jadi hidangan tradisional saat liburan nasional Sham el-Nessim. Kementerian Kesehatan telah memperingatkan orang-orang mengonsumsi mematikan dari hidangan ini. Namun, kecintaan akan makanan tradisional tampaknya masih sangat kuat.

(Sul/Ul)

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Amankah Mi Instan untuk Dikonsumsi? Ini Kata BPOM
Artikel Selanjutnya
BPOM: Kerupuk Memang Pasti Terbakar Jika Disulut Api