Sukses

Penampilan Menarik Nilai Tambah Bagi Jurnalis Generasi Millenials

Liputan6.com, Jakarta - Zaman millenial tidak hanya menuntut kepiawaian masyarakat dalam hal teknologi, tapi juga dalam hal berpenampilan, khusunya berbusana. Hal tersebut kerap menjadi tolak ukur dalam melihat pribadi sesorang. Generasi millenial tentunya akan sangat kritis mengenai penampilan, apalagi ditambah dengan lajunya pertukaran informasi dari berbagai tempat.

Perkembangan tata busana juga melaju cepat, seiring dengan rasa keingin tahuan dan semangat berinovasi generasi milenial. Rancangan busana dengan berbagai gaya serta fungsi terapan yang dapat diaplikasikan membuat masyarakat, khususnya generasi muda semakin kreatif dalam berbusana. Gaya busana juga semakin tidak terbatas, baik yang berkembang di kawula muda, maupun usia dewasa.

Berlokasi di Plasa Telkom Balikpapan, Minggu (17/9/2017), para finalis Citizen Journalist Academy Energi Muda Pertamina Balikpapan mengadakan acara Community Meet up. Acara yang dihadiri oleh seluruh finalis dan para mentor ini menghadirkan dua narasumber dari bidang yang berbeda. Sesuai tema yang mereka usung, yaitu "It's Time To Fit & Style."

Jurnalistik sendiri merupakan bidang yang banyak menyita perhatian masyarakat luas. Orang-orang yang berkecimpung dalam dunia jurnalistik juga tidak luput dari perhatian masyarakat. Dalam kinerjanya, jurnalis banyak menghadapi masyarakat luas. Jurnalis selalu menghadapi masyarakat yang menerima berita yang disampaikan.

Selain itu, jurnalis juga dituntut untuk berhadapan langsung dengan narasumber selaku bagian dari berita yang akan mereka bagikan. Dalam menghadapi masyarakat luas, jurnalis banyak menyita perhatian. Oleh karena itu, penting bagi jurnalis untuk berpenampilan menarik dan sesuai dengan situasi serta kondisi.

“Jurnalis juga harus tampil menarik, apalagi kalau yang berhadapan langsung dengan kamera," kata Atha, desainer muda saat ditemui dalam acara Community Meet-up Citizen Journalist Academy Energi Muda Pertamina Balikpapan (17/9/2017).

Dia menjelaskan bahwa sangat penting bagi seorang jurnalis, baik berhadapan dengan kamera maupun berhadapan dengan narasumber untuk berpakaian yang bagus dan enak dipandang. Ketika berhadapan dengan kamera, jurnalis mengundang perhatian banyak orang. Ketika berhadapan dengan narasumber, jurnalis akan dihadapkan dengan orang-orang tertentu, terlebih lagi jika jurnalis menghadapai narasumber yang mempunyai jabatan penting.

Dalam berpakaian yang baik, Atha menambahkan bahwa penting bagi jurnalis untuk mempertimbangkan pemilihan pakaian berdasarkan bentuk tubuh.

“Untuk yang ukuran tubuhnya kurus dari atas sampai bawah, usahakan jangan memakai celana yang ketat, karena akan membuat tubuh tampak terlalu kurus. Sementara Bagi yang memiliki tubuh besar, juga kurang bagus kalau memakai pakaian yang terlalu ketat," katanya.

Selain pemilihan pakaian berdasarkan bentuk tubuh, ia juga menjelaskan pemilihan pakaian sesuai dengan kondisi liputan sang jurnalis. Jurnalis yang akan meliput berita mengenai pariwisata sebaiknya memakai pakaian yang santai. Jika jurnalis meliput liputan fashion, akan lebih cocok jika menggunakan pakaian yang berwarna terang dan sedikit mencolok agar tidak terkesan kaku. Ketika meliput bencana alam, akan lebih baik jika jurnalis memakai pakaian yang sederhana dan tidak lupa untuk memakai sepatu perihal masalah keamanan.

Penulis:

Risa Andini - Institut Teknologi Kalimantan

Finalis Citizen Journalist Academy - Energi Muda Pertamina Balikpapan

 

Ikuti juga liputan dan kegiatan Finalis Citizen Journalist Academy - Energi Muda Pertamina dari 3 kota di Indonesia melalui www.liputan6.com/pages/energi-muda-pertamina. Program creative mentorship dari Redaksi Liputan6.com, Indosiar bekerjasama dengan Pertamina untuk 90 mahasiswa kreatif yang telah lolos seleksi dari ribuan pendaftar di Jabodetabek, Semarang & Balikpapan.

Artikel Selanjutnya
(X)S.M.L Hadirkan Pilihan Trendi Wanita Modern Berprestasi
Artikel Selanjutnya
Aksentuasi Scarf Bikin Gaya Makin Fashionable