Sukses

Temuan Fantastis Kuburan Kapal Berusia 2.500 Tahun di Laut Hitam

Liputan6.com, Jakarta - Kuburan kapal karam telah ditemukan di Laut Hitam. Sekitar 60 bangkai kapal, dari zaman Bizantim hingga abad ke-19 terendam dengan awet di sana.

Penemuan berusia 2.500 tahun tersebut kelak akan mengungkap sejarah maritim yang hilang. Tempat itu disebut sebagai kuburan kapal karena banyaknya kapal karam yang ditemukan masih dalam kondisi baik.

Penemuan itu merupakan hasil dari proyek selama tiga tahun oleh Black Sea MAP, dari Pusat Arkeologi Bahari Universitas Southampton dan didanai oleh EEF. Proyek itu digadang-gadang menjadi salah satu proyek arkeologi laut terbesar yang pernah ada.

Periset awalnya menyelesaikan survei geofisika Laut Hitam untuk mempelajari dampak perubahan iklim dan bagaimana perubahan lingkungan di sepanjang Pantai Bulgaria. Namun, mereka malah menemukan lebih banyak lagi.

Kapal paling tua yang mereka temukan berasal dari abad ke 4-5 dan mereka melewati Kekaisaran Romazi, Bizantium abad ke-10, dan Kekaisaran Ottoman. Ini mencakup periode 2.500 tahun dan menawarkan wawasan yang menakjubkan tentang rute dan tradisi pelaut.

"Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Ini adalah sejarah dalam pembuatan yang berlangsung di depan kita," kata Dr Kroum Batchvarov dari Universitas Connecticut dalam sebuah pernyataan email.

Para periset menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) dengan kamera 3D beresolusi tinggi serta kamera def tinggi, pemindai laser, lampu, dan peralatan geofisika untuk melakukan survei di dasar laut. Untungnya, tempat kapal-kapal itu tenggelam yaitu berada di bawah sekitar 150 meter bersifat anoksik. Ini membuat kapal-kapal berada dalam kondisi yang sangat baik.

"Ada satu kapal dagang di abad pertengahan di mana menara di haluan dan buritan masih ada di sana. Anda seolah-olah melihat kapal dalam film, dengan tali masih di geladak dan ukiran di kayu," kata Ed Parker, CEO Black Sea MAP.

Meski sangat gembira dengan temuan itu, tim menjaga lokasi rahasia kapal untuk melindungi kapal-kapal itu dari pencurian. Sebab, kuburan kapal tersebut diperkirakan memiliki harga tak ternilai.

(Sul/Ul)

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Bangkai Raksasa Diduga Paus Membusuk di Pantai Yeh Kuning
Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Temukan Kembali Fosil Naga Laut Terbesar di Dunia