Sukses

5 Mahar Unik Ini Patut Dicontoh, Ada Teks Pancasila

Liputan6.com, Jakarta - Mahar atau mahar atau maskawin merupakan harta yang diberikan mempelai pria kepada wanita dalam prosesi pernikahan. Di Indonesia, mahar yang umum adalah seperangkat alat shalat, perhiasan emas atau pun uang.

Untuk jenis dan jumlah mahar memang tidak punya patokan pasti. Asalkan, mahar jangan sampai memberatkan pihak mempelai pria dan juga tidak mengecewakan pihak wanita.

Makanya, untuk jenis dan jumlah mahar biasanya harus disepakati dulu oleh masing-masing keluarga pengantin. Walaupun ada juga yang menuntut pengantin pria untuk memberikan hal-hal yang tidak biasa.

Berikut 5 hal unik dan tak biasa yang pernah dijadikan mahar pernikahan:

1. Segelas Air Putih

Air putih yang dijadikan sebagai maskawin terjadi di Aceh. Sepasang pengantin bernama Hari dan Rohani memang memilih menjalankan prosesi pernikahan yang sederhana.

Namun, walaupun hanya segelas air putih, prosesi pernikahan dua sejoli itu tetap berjalan hikmad. Bahkan, banyak kalangan yang kagum dan memuji aksi kedua mempelai karena mahar unik itu.

 

 

1 dari 3 halaman

2. Teks Pancasila

Suasana pesta pernikahan Sudibyo (40), warga Jetis Yogyakarta, dan Warsini Haryati (43), warga Ngampilan, Yogyakarta, tidak seperti resepsi pada umumnya. Mereka, yang sebelumnya pasangan nikah siri , diarak di atas mobil pemadam kebakaran dari Balai Kota Yogyakarta sampai dengan Jalan Malioboro, tepatnya di depan Gedung DPRD DIY, Selasa 26 September 2017 lalu.

Selain seperangkat alat salat, Sudibyo juga memberikan mahar teks Pancasila yang dibacakan sebelum ijab kabul. Cincin kawin yang disematkan di jari manis pun berukir Pancasila. Pasangan ini memutuskan untuk mencatatkan pernikahannya dengan cara agama dan negara setelah merasa cocok satu sama lain.

3. Kurma dan Kopi

Tradisi pernikahan di Uni Emirat Arab sering kali memberatkan pihak mempelai pria. Itu karena, syarat mahar yang selalu bernilai mahal. Bahkan tidak jarang, syarat mahar yang terlalu mahal membuat pernikahan terpaksa dibatalkan.

Namun, ada kisah inspiratif yang dilakukan oleh seorang ayah mempelai wanita. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang cukup mapan, sang ayah hanya meminta mahar berupa semangkuk kurma dan secangkir kopi pada calon menantunya.

Alasan sungguhlah mulia, karena tidak ingin memberatkan sang menantu.

2 dari 3 halaman

4. Kain Kafan

Mahar memang tidak harus berharga mahal dan bisa dipergunakan ketika pengantin masih hidup. Pasangan Ariyati dan Indra di Indonesia justru menikah dengan mahar sehelai kain kafan.

Mempelai wanita menginginkan, kain kafan yang diberikan mempelai pria berguna ketika dia sudah dipanggil Yang Maha Kuasa. Ariyati berharap, mahar kain kafan dari Indra bisa menemani dia di alam kubur.

5. 1 Juta Like di Facebook

Kisah ini terjadi di Yaman ketika seorang ayah bernama Salem Ayash akan menikahkan putrinya. Kepada calon menantu, Salem tidak meminta maskawin berupa uang atau emas.

Namun, sang calon menantu harus berhasil mengumpulkan 1 juta like di laman Facebook milik Salem.

Memang sayembara mahar sejuta like Facebook ini tidak berbatas waktu. Sayangnya, ketika jumlah like yang jadi mahar itu telah mencapai angka 35 ribu, tombol suka di akun milik Salem Ayash tidak berfungsi lagi karena dianggap spam.

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Lahir di Australia, Ini Pengaruh Budaya terhadap Pernikahan Raisa
Artikel Selanjutnya
GP Ansor: Pancasila Itu Sangat Islami