Sukses

Meski Sakit, Ibu Ini Rawat Puluhan Kucing Liar Selama 17 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan favorit manusia. Namun, selain hidup dipelihara, banyak juga kucing liar yang hidup di berbagai tempat seperti pasar dan pinggir jalan.

Biasanya, kucing-kucing liar hidup tanpa perhatian. Mereka kerap mencari makan di tumpukan-tumpukan sampah.

Hal itu lah yang menggugah hati seorang ibu bernama Astin Wulandari di Semarang. Setiap hari selama 17 tahun, dia memberi makan dan merawat lebih dari 30 kucing yang berkeliaran di area rumahnya. Padahal, Astin tengah menderita kistik ovarium di rahimnya.

Astin bercerita, awal pertemuannya dengan kucing-kucing liar itu terjadi ketika dia pindah ke Tembalang, Semarang. Sebagai warga baru ia rajin jalan-jalan. Hingga suatu pagi, Astin melihat ada kucing terjatuh di selokan.

Kondisinya si kucing sangat mengenaskan dengan luka yang dihinggapi belatung pada tubuhnya. Astin pun mengambil dan merawat kucing itu.

"Sejak itu saya mulai sering rawat kucing-kucing liar," kata Astin, Sabtu 30 September 2017.

Kesibukan Astin pun bertambah. Selain jalan-jalan, ia selalu memberi makan kucing-kucing liar di sekitar rumahnya. Semua dilakukan dengan gembira. Bahkan kucing-kucing liar itu jumlahnya terus bertambah.

"Awalnya hanya beberapa ekor. Mungkin mereka saling berkabar, dan saat ini ada sekitar 30 ekor kucing liar yang selalu saya beri makan," kata Astin.

Demi kucing-kucing liar itu, pola hidup Astin berubah. Dia jadi terbiasa bangun sekitar jam tiga dini hari. Lalu menanak nasi dalam jumlah besar untuk makanan para kucing liar itu. Sambil menunggu nasi matang, ia berolahraga jalan kaki di sekitar rumahnya.

Untuk modal perawatan dan makan kucing, berasal daari kantong pribadi Astin. Walau begitu, kadang-kadang dia bekerja sama dengan Komunitas Pecinta Kucing Semarang (KPKS) terkait kesehatan kucing.

Kini, ketika kista di rahimnya semakin membesar, Astin pun menjadi galau. Ia ingin operasi, namun jika operasi tak berhasil dia diprediksi akan meninggal. Namun yang menjadi kegundahan hatinya bukan soal kematiannya, melainkan nasib kucing-kucing liar itu tanpa makanan dan perawatan.

"Saya masih ingin berbuat lebih lama untuk kucing liar itu," kata Astin.

Penulis:

Edhie Prayitno Ige

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini: