Sukses

UI Ajari Mahasiwa Etika Kontak Dosen, Warganet Terperangah

Liputan6.com, Jakarta - Hingga kini perbincangan mengenai etika menghubungi dosen melalui telepon genggam yang dikeluarkan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) masih menjadi topik yang ramai dibahas publik, khususnya para pengguna jejaring sosial.

Dalam aturan berupa infografis yang diungah situs eng.ui.ac.id tersebut menampilkan tujuh poin etika komunikasi yang wajib dilakukan mahasiswa ketika menghubungi dosen. Tujuh poin tersebut sebenarnya sangat dasar dan telah diajarkan sejak kecil di sekolah maupun di rumah.

Kondisi tersebut sontak membuat warganet terperangah dan geleng-geleng kepala. Mereka tak menyangka etika komunikasi kepada orang yang lebih tua perlu diajarkan kembali, apalagi kepada mahasiswa yang seharusnya sadar akan sopan santun.

Warganet pun menanggapi imbauan yang dikeluarkan UI dengan berbagai respons. Berikut beberapa komentar warganet yang berhasil dipantau Citizen6 Liputan6.com dalam linimasa Twitter dan Facebook.

Suparno Aznin: "Bagaimana tanggapan teman-teman Mahasiswa???Apakah saling memahami itu akan tercipta dengan adanya aturan??? Entah Lahhhh"Namanya juga pesan singkat, tapi sudah lahh kita harus menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan benar sesuai EYD."

Emat S. Elfarakani: "HASIL PENDIDIKAN SEKULER YA BEGINI.Inilah hasil dari pendidikan sekuler. Yang dalam pandangannya mengucapkan salam bukan bagian dari ibadah. Akhirnya lembaga selevel UI pun harus membuat aturan yg rinci tentang tata krama berkomunikasi."

Nah, berikut tujuh poin imbauan untuk menghubungi dosen melalui telepon genggam yang dibuat Universitas Indonesia:

1 dari 2 halaman

7 Poin Etika

1. Perhatikan kapan waktu yang tepat untuk menghubungi dosen. Pilihlah waktu yang biasanya tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadah. Contoh: Hindari menghubungi dosen di atas pukul 20.00 atau saat waktu ibadah.

2. Awali dengan sapaan atau mengucapkan salam. Contoh: Selamat pagi Bapak/Ibu, atau Assalamualaikum (apabila kedua belah pihak sesama muslim).

3. Ucapkan kata maaf untuk menunjukkan sopan santun dari kerendahan hati Anda. Contoh: "Mohon maaf mengganggu waktu Ibu/Bapak."

4. Setiap dosen pasti menghadapi ratusan mahasiswa setiap harinya dan tidak menyimpan nomor kontak seluruh mahasiswa. Maka, pastikan Anda menyampaikan identitas Anda setiap awal komunikasi/percakapan. Contoh: "Nama saya Putri, mahasiswi Administrasi Negara Angkatan 2016, semester ini mengambil mata kuliah Hukum dan Administrasi Negara di kelas Ibu/Bapak."

5. Gunakan bahasa yang umum dimengerti, tanda baca yang baik dan dalam konteks formal. Contoh: Hindari menyingkat kata seperti dmn, yg, ak, kpn, otw, sy. Hindari kata panggilan non-formal seperti aku, ok, iye, dll.

6. Tulislah pesan dengan singkat dan jelas. Contoh: "Saya memerlukan tanda tangan Bapak/Ibu di lembar pengesahan saya. Kapan kiranya saya dapat menemui Bapak/Ibu?"

7. Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih atau salam sebagai penutup.

Contoh umum: Selamat pagi Bapak/Ibu, mohon maaf menganggu waktu Bapak/Ibu. Saya Putri, mahasiswa Administrasi Negara angkatan 2015 yang saat ini sedangmenulis skripsi dan Bapak/Ibu sebagai pembimbingnya. Saat ini saya membutuhkan tanda tangan Bapak/Ibu pada lembar pengesahan saya. Kapan kiranya saya bisa menemui Bapak/Ibu? Terima kasih sebelumnya.

Nah, bagaimana kalau menurut kamu?

(Ul)

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Aliansi Dosen Adukan Rektor UNJ ke Ombudsman soal Dugaan KKN
Artikel Selanjutnya
Menteri Yohana Imbau Mahasiswa Tidak Lakukan Bullying