Sukses

Kreatif, Olahan Buah Naga Hingga Batik Balikpapan yang Mendunia

Liputan6.com, Balikpapan Di depan Gedung Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Balikpapan. Berdiri lima tenda, dengan satu tenda utama yang di dalamnya terdapat 72 tenant UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Berbagai produk khas Kalimantan khususnya Balikpapan tersusun apik. Kerajinan, batik, hingga kuliner dapat ditemukan pada Peresmian Rumah Batik dan Pemecahan Rekor Serba-Serbi 72 pada Hari Batik Nasional 2 Oktober lalu.

Satu yang menarik perhatian yakni sambal buah naga. Buah dengan kulit merah tersebut banyak dibudidayakan di Balikpapan. Sehingga pada akhir 2015 lalu, Rendy Saputra memiliki ide mengolahnya menjadi sambal.

“Sama seperti bahan sambal pada umumnya. Ada terasinya juga. Nah, buah naga digunakan sebagai pengganti tomat,” ujar dia. Sambal buah naga produksi Rendy akhirnya mulai diterima masyarakat Balikpapan.

“Awalnya ini sebagai pemenang ketiga Festival Penganan Kategori Basah 2015 yang diadakan oleh Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi),” lanjut Rendy.

Rendy menjualnya seharga Rp 20 ribu dengan ukuran 125 gram. Ukuran yang pas untuk dijadikan oleh-oleh dan lebih cocok dimakan sebagai pelengkap camilan. Rasanya pedas dengan sentuhan manis.

Tidak hanya sambal, buah naga diolah olehnya menjadi bolu kukus hingga panggang, permen, sirup, dan keripik. Dijelaskan Sukmawati atau akrab disapa Sukma, mulanya ia melihat peluang dari melimpahnya buah naga.

“Buah naga merah warnanya mencolok, jadi ketika diolah pasti menarik perhatian juga,” kata Sukma.

Dia memproduksi semua itu di rumahnya dengan merek B’DRAF, akronim dari Balikpapan Dragon Fruit. Selain tenant kuliner, ada pula batik khas Balikpapan. Perlu diketahui jika motif batik khas tersebut baru diresmikan pada akhir 2011 lalu. Selama ini orang hanya mengenal motif ukiran Dayak.

Dialah Agus Sudarmanto, satu di antara pelopor batik khas. Karyanya bahkan terjual hingga Amerika, Australia, dan Jepang. Berbagai motif mulai jajaran buah mangrove, akar mangrove, pasak bumi, buah naga, beruang madu, penyu, anggrek hitam, hingga daun ulin ia hasilkan.

“Ingin mengenalkan lebih luas batik, khususnya batik Balikpapan dengan motif khasnya,” ucap Agus.

Batik buatannya kebanyakan batik tulis dengan pewarna alami. Pada acara Serba-Serbi 72, menjadi salah satu wadah bagi Agus dan UMKM serupa untuk lebih luas mengenalkan batik khas Balikpapan.

Berbagai tenant tersebut hadir mulai pukul 07.00-14.00 WITA. Tidak hanya pameran UMKM, pengunjung pada acara Serba-Serbi 72 juga dihibur oleh 72 artis lokal mulai penari, penyanyi, pemain alat music sape, hingga model peragaan busana serba batik.

 

Penulis:

Raden Roro Mira Budiasih – UniversitasMulawarman

Finalis Citizen Journalist Academy - EnergiMuda Pertamina Balikpapan

Ikuti juga liputan dan kegiatan Finalis Citizen Journalist Academy - Energi Muda Pertamina dari 3 kota di Indonesia melalui www.liputan6.com/pages/energi-muda-pertamina. Program creative mentorship dari Redaksi Liputan6.com, Indosiar bekerjasama dengan Pertamina untuk 90 mahasiswa kreatif yang telah lolos seleksi dari ribuan pendaftar di Jabodetabek, Semarang & Balikpapan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Kuliner Khas di Makassar Culinary Night Siap Menggoyang Lidah
Artikel Selanjutnya
3 Resto Bebek Paling 'Ngehits' di Bali