Sukses

Begini Tips Membuat Konten Kreatif dari Dimas Djayadiningrat

Liputan6.com, Jakarta Generasi milenial lekat dengan berbagai konten kreatif yang termuat sebagai kicauan Twitter, unggahan video di Vidio.com, hingga sekadar berbagi foto di Instagram. Bagi generasi milenial, menjadi sebuah kebanggan karyanya menjadi viral dan dibagikan kepada warganet lain. Lalu bagaimana membuat sebuah konten menjadi kreatif hingga menjadi viral di Internet?

"Buatlah sesuatu yang tak terduga bagi orang lain," ujar Dimas Djayadiningrat yang dikenal sebagai sutradara film Tusuk Jaelangkung.

"Intinya buat orang terhibur, setelah itu berani alirkan pesan yang ingin disampaikan," tambahnya. Dimas Djayadiningrat hadir sebagai satu pembicara di PechaKucha Night vol. 31 yang bertempat di EV Hive D.Lab, Jakarta Pusat.

Dalam setiap karya kreatifnya, ia selalu mengangkat budaya Indonesia. "Saya selalu mengangkat kearifan lokal. Karena kita memilki kekayaan budaya yang luar biasa," tambahnya di hadapan lebih dari 150 peserta PechaKucha Night.

Selain sutradara film Dimas Djayadiningrat, acara ini juga dihadiri pendiri Kratoon Andi Marti, musisi Kallula Harysnta, Andira Pramanta yang berprofesi creative director dan desainer buku, Ghina Fianny dari LINE Webtoon, dan ilustrator Adimas Bayu.

Dimas juga mengingatkan untuk tidak menyerah saat gagal mengeksekusi sebuah ide. "Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda," tandasnya.

"Buat jadi content creator, elu harus nyaman dengan diri sendiri. Kalau sudah nyaman dengan diri sendiri, pilih medium yang tepat, bisa video, gambar atau blog," ujar pembicara lain, Andira Pramanta, menambahkan.

"Setelah merasa nyaman, lalu memilih medium kreatif yang tepat, langkah terakhir tiga K: konten, konsisten, kontekstual," imbuhnya. Ia mencontohkan, berusaha konsisten mengunggah video selama satu menit setiap minggunya. Di hadapan puluhan peserta PechaKucha, ia memperlihatkan video pendek ulasan film Filosofi Kopi 2 yang dibuatnya.

"Dulu blogging adalah media alternatif untuk mengonsumsi konten digital selain portal berita. Kini orang tidak hanya mengonsumsi blog dan portal berita, tapi juga klip video, atau ilustrasi yang beredar di internet," ujar Wicaksono dari Maverick, penyelenggarakan acara PechaKucha Night Jakarta vol. 31 kepada Liputan6.com.

"Ini membuka pasar baru bagi pekerja kreatif atau mereka yang sekadar hobi untuk berkarya," ujar pria yang akrab dipanggil Ndoro Kakung ini.

PechaKucha adalah ajang berkumpulnya orang-orang kreatif berbagi ide. PechaKucha pertama kali diselenggarakan di Tokyo, Jepang, empat belas tahun silam.

PechaKucha adalah istilah bahasa Jepang untuk menggambarkan suara percakapan di dalam ruangan yang penuh orang. Kini, PechaKucha telah diselenggarakan di 700 kota seluruh dunia. Untuk di Jakarta, PechaKucha diselenggarakan pada Maret 2009 lalu, yang digagas oleh Nadine Freischlad.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

Artikel Selanjutnya
Tren Makeup Terbaru, Alis Kepang yang Unik
Artikel Selanjutnya
Aksentuasi Scarf Bikin Gaya Makin Fashionable