Sukses

Kata Yudi Latif Soal Pribumi dan Keberagaman

Liputan6.com, Jakarta Ketua UKP Pancasila Yudi Latif menjelaskan pemahaman soal pribumi. "Pribumi itu bukan soal darimana kita berasal, tapi apa yang kita perbuat untuk bangsa ini. Buat apa asli dari daerah, tapi korupsi," ujarnya dalam acara Inspirato di SCTV Tower hari Selasa, 17 Oktober 2017. 

Belakangan ini, wacana soal pribumi sedang hangat dibincangkan karena terpicu polemik penggunaan istilah pribumi. Penulis buku 'Negara Paripurna' ini menegaskan kehadiran keberagaman di Indonesia sebagai anugerah. Bak ekosistem, Indonesia lebih kuat jika penduduknya heterogen.

Maka,tak salah apabila Yudi ingin menjaga keberagaman tersebut. Di masa kecilnya, ia belum akrab dengan keberagaman. Sampai akhirnya keberadaan buku mampu menjembatani kekosongan tersebut. Yudi lalu memberanikan diri pindah ke kota besar dan melanjutkan ke luar negeri untuk mengeksplorasi anugerah tersebut.

Keberagaman di Indonesia sebenarnya sudah terangkum dalam pancasila. Pancasila sudah diakui secara internasional sebagai salah satu ideologi terbaik di dunia. Sayangnya, pengakuan tersebut jarang terdengar di sini. Malah, berita yang ditemukan sehari-hari seakan mengajak kita untuk bercerai berai.

Menurut Yudi, pola pikir radikal tumbuh karena masyarakat hanya membaca buku yang disarankan oleh kaum tertentu saja. Sehingga sulit untuk memahami Indonesia yang keragamannya serupa miniatur dunia. "Kembangkan pergaulan anda dan membaca hinggak tak ada tepiannya," tambah Yudi.

Yudi menutup sesi yang dihadiri oleh mahasiswa ini dengan sebuah kalimat, "Kehilangan kita yang tersebesar bukan kehilangan teknologi atau apapun, melainkan apabila kita kehilangan daya untuk menyatukan keragaman."

 

Penulis:

Debby Marietta - Universitas Prasetiya Mulya

Finalis Citizen Journalist Academy - Energi Muda Pertamina Jakarta  

 

Ikuti juga liputan dan kegiatan Finalis Citizen Journalist Academy - Energi Muda Pertamina dari 3 kota di Indonesia melalui www.liputan6.com/pages/energi-muda-pertamina. Program creative mentorship dari Redaksi Liputan6.com, Indosiar bekerjasama dengan Pertamina untuk 90 mahasiswa kreatif yang telah lolos seleksi dari ribuan pendaftar di Jabodetabek, Semarang & Balikpapan.

Artikel Selanjutnya
Ma'arif NU Akan Dirikan Sekolah untuk Rohingya di Myanmar
Artikel Selanjutnya
JK Ungkap 4 Faktor Konflik Rohingya di Myanmar