Sukses

6 Cara Mudah Lindungi Smartphone dari Hacker

Liputan6.com, Jakarta - WikiLeaks telah membocorkan dokumen rahasia milik Central Intelligence Agency (CIA) pada (7/3/2017). Dokumen tersebut membuka mata miliaran orang di seluruh dunia, bahwa tidak ada yang kebal terhadap serangan hacking.

Badan intelejen Amerika Serikat (AS) ini dituding melakukan aksi mata-mata dan memanfaatkan celah keamanan di sejumlah sistem operasi.

Berikut beberapa cara melindungi ponsel dari hacker maupun mata-mata yang disponsori negara seperti CIA.

1. Tetap Up-to-date dan Jangan Membuka Celah Sendiri

Untuk melindungi ponsel dari serangan hacker, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan firmware smartphone dan aplikasi yang ada di smartphone telah kamu perbarui ke versi yang terbaru.

Memperbarui bisa menjadi proses yang melelahkan dan hanya menghabiskan kuota intenet. Namun, update ini sejatinya sangat penting, tentu saja untuk menambal celah keamanan yang mungkin bisa dieksploitasi.

Selain itu, aktivitas root di Android atau jailbreak di iOS juga sebaiknya dihindari. Kecuali, kamu tahu persis apa yang kamu lakukan.

2. Hati-hati Menginstal Aplikasi

Aplikasi dan gim baru memang terus bermunculan, rasanya sayang jika melewatkan begitu saja. Namun, tidak semua aplikasi di Android itu berkualitas, bahkan di Google Play Store. Banyak di antara yang tidak aman dan mengandung malware.

Kamu harus mengetahui cara aman mengunduh aplikasi baru di Google Play Store dan ketahui ciri-ciri aplikasi yang bagus. Setelah instalasi, perhatikan juga berbagai perizinan yang diminta aplikasi.

 

 

1 dari 3 halaman

3. Selalu Lihat Ulasan Aplikasi yang Kamu Gunakan

Cara melindungi ponsel dari hacker selanjutnya adalah selalu melihat ulasan aplikasi yang kamu gunakan. Pasalnya, para developer bisa saja sewaktu-waktu mengubah kebijakan baru.

Contohnya, salah satu aplikasi pencatat digital terbaik Evernote. Mereka telah mengumumkan menerapkan kebijakan privasi baru pada 23 Januari 2017.

Dalam upaya Evernote meningkatkan layanannya, mereka boleh mengakses dan membaca semua catatan pengguna Evernote. Jelas beberapa orang keberatan, sebab merasa privasi mereka akan terganggu dengan adanya kebijakan ini.

4. Kunci Layar dan Kunci Aplikasi

Jika privasi dan keamanan data adalah segalanya buat kamu, pastikan telah menggunakan kunci layar berjenis password dan bukan PIN. Hindari juga penggunaan smart lock.

Selain itu, penggunaan keamanan tambahan seperti sidik jari atau pengenalan wajah pun tidak sempurna. Seorang hacker atau penjahat profesional bisa saja menyalin sidik jari dari gelas yang kamu gunakan untuk minum, atau menipu kamera dengan foto kamu.

Nah, di sinilah kamu bisa turut menggunakan aplikasi untuk mengunci aplikasi. Tidak praktis memang, tapi ini adalah cara yang baik untuk melindungi ponsel dari hacker.

2 dari 3 halaman

5. Pastikan Android Device Manager atau iCloud Sudah Diatur

Android Device Manager atau ADM adalah perangkat lunak bikinan Google, yang memungkinkan kamu dapat melacak smartphone Android yang hilang, menghapus data dari jarak jauh, melindungi ketika smartphone di factory reset paksa, dan bahkan dapat mengunci smartphone tersebut agar tak dapat digunakan oleh pencuri.

Demikian juga iCloud, fungsinya kurang lebih sama tapi untuk perangkat berbasis iOS. Nah, pastikan kamu telah mengatur dan memaksimalkan fitur yang ada.

6. Jangan Pakai Fitur 'Remember Password'

Selanjutnya jangan pernah pakai fitur 'Auto-login' atau 'Remember password'. Fitur ini memang sangat nyaman digunakan karena kamu tidak perlu repot-repot mengetikkan username dan password lagi ketika membuka layanan online tertentu.

Namun, bahkan jika kamu menggunakan perangkat smartphone atau PC sendiri. Sebaiknya hindari penggunaan fitur tersebut, karena berpotensi memberi celah keamanan jika perangkat yang kamu gunakan hilang.

Sumber: https://jalantikus.com/tips/cara-melindungi-hp-dari-hacker/

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Ini 4 Tips Lindungi Informasi Pribadi di Dunia Maya
Artikel Selanjutnya
Begini Cara Cegah PC Gim Terinfeksi Malware Joao