Sukses

Bola Besar Bercahaya Terangi Langit Siberia, Invasi Alien?

Liputan6.com, Jakarta - Akhir Oktober lalu, sebuah bola cahaya terlihat di atas langit Siberia utara. Bola bercahaya yang sangat besar itu terlihat jelas menerangi langit malam di atas hutan kota Salkhard, sebuah kota di Lingkaran Arktik.

Fotografer Sergey Anisimov yang menangkap fenomena aneh itu mengaku bingung dan terkejut. Menurutnya, bola bersinar itu muncul dari balik pepohonan dan bergerak ke arahnya.

"Bola itu lalu berubah menjadi busur dan berangsur-angsur menghilang," kata dia pada Siberia Times.

Pemandangan tak biasa yang juga bisa dilihat di bentangan utara Siberia itu dilaporkan membuat heboh penduduk setempat.

"Anak-anak berlarian di halaman dan mulai menceritakan tentang fenomena tak biasa, menyebut-nyebut kata-kata 'alien', 'portal ke dimensi lain,' dan sejenisnya," tambah Sergey.

Fotografer lain, Alexey Yakovlev, merasa takut saat menyaksikan fenomena aneh itu. Malahan ia awalnya mengira sedang berhalusinasi.

"Untung saya tidak sendiri. Sekelompok orang tidak berhalusinasi bersamaan," kata Alexey.

Pria itu menjelaskan kalau awalnya ia mengira itu seperti pancaran cahaya yang tidak biasa berbentuk bola. Tapi secara bertahap, bola itu mulai berkembang, semakin jelas menunjukkan bentuknya yang bukan sinar belaka.

Media sosial segera riuh dengan penampakan bola tersebut. Ada yang menyebutnya UFO, invasi alien, lubang dari lorong waktu, sampai pertanda akhir dunia.

 

1 dari 2 halaman

Penjelasan Secara Ilmiah

Lalu, apa sebenarnya bola bercahaya itu?

Kemungkinan, bola bersinar itu merupakan fenomena alam yang disebut Aurora Borealis. Namun mengapa bentuknya aneh? Bisa jadi, bentuk Aurora tak biasa itu disebabkan oleh jejak roket Topol yang membawa rudal nuklir.

Pada hari yang sama, sebuah rudal balistik Topol-M antarbenua dilunccurkan dari tempat uji nuklir Rusia, Plesetsk Cosmodrome, ke Semenanjung Kamchatka.

"Empat rudal balistik diluncurkan dan setidaknya satu di antaranya banyak yang menyaksikan," kata Jonathan McDowell, ahli astrofisika di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics seperti dilaporkan oleh National Geographic.

Pada Desember 2009, cahaya spiral serupa terlihat di atas langit Norwegia setelah tes rudal Rusia yang gagal.

(Sul/Ul)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Nibiru Tabrak Bumi dan Picu Kiamat 20 September, Fakta atau Hoax?
Artikel Selanjutnya
Asia hingga Amerika, Temuan 6 Makhluk Aneh Ini Memicu Geger