Sukses

Agar Bocah Tak Takut Diperiksa, MRI Digambari Kartun Lucu

Liputan6.com, Jakarta Ada yang pernah masuk mesin scan MRI? Untuk sebagian orang, melakukan scan MRI mungkin menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Terutama bagi anak-anak, masuk ke mesin scan MRI justru menjadi sangat menakutkan.

MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan mesin khusus untuk mengambil gambar anatomi dalam tubuh kita. Prosedur yang dilakukan biasanya membutuhkan waktu lebih dari setengah jam. Pada saat itu, kita harus telentang dan diusahakan untuk tidak melakukan banyak gerak.

Source: GE Healthcare via Shared.com

Bagi orang yang mengalami rasa takut terhadap tempat tertutup, MRI tentunya bukan menjadi tempat yang bersahabat. Apalagi anak-anak, pastinya juga tidak akan betah berlama-lama di mesin tersebut.

Melansir Shared, Jumat (10/11/2017), alasan itulah yang membuat perusahaan GE Healthcare mengembangkan jenis sistem MRI terbaru. Tujuannya agar membuat pengalaman anak-anak menjadi menyenangkan saat masuk ke dalam mesin.

Bekerja sama dengan Rumah sakit anak di Pittsburgh, GE Healthcare mengubah mesin kesehatan tersebut semenarik mungkin agar disukai oleh anak-anak. Konsep mesin dibuat seperti selayaknya perkemahan dan hutan-hutan.

 

1 dari 2 halaman

Reaksi anak-anak

Ada pula yang menerapkan konsep seperti masuk ke dalam ruang angkasa. GE Healthcare juga menyediakan mesin scan yang dibuat mirip dengan konsep seperti kapal bajak laut.

Tentunya ide ini disambut hangat oleh para anak-anak. Kebanyakan dari mereka justru tidak merasa takut dan malahan merasa gembira. Dengan banyaknya ilustrasi kartun dalam mesin tersebut, anak-anak mengembangkan daya imajinasi mereka seperti melakukan petualangan yang menarik. 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Mati Lampu, Wanita Ini Mengaku Tak Tahu Siapa yang Menghamilinya
Artikel Selanjutnya
Bocah Korban Pencabulan Ayah Kandung Mogok Ngaji dan Sekolah