Sukses

Pementasan Ke-150, Teater Koma Mengakhiri Kisah Sie Jin Kwie

Liputan6.com, Jakarta Teater Koma merupakan organisasi teater yang namanya sudah melambung di dunia teater. Penampilan mereka dalam menjalani setiap lakon patut diancungi jempol. Tentunya di balik kesuksesan mereka ada usaha dan latihan keras sebelum melakukan pementasan. Bagusnya pementasan dan kesuksesan mereka di dunia teater, mungkin bisa dibilang Teater Koma menjadi contoh panutan atau kiblat organisasi teater yang ada di Indonesia.

 

Tanggal 9 November 2017 menjadi tanggal dimulainya pementasan Teater Koma yang ke-150. Pada pementasan ini Teater Koma menghadirkan lanjutan dari lakon-lakon Sie Jin Kwie. Lakon yang berjudul Sie Jin Kwie Melawan Siluman Barat, merupakan lakon terakhir dari seri Sie Jin Kwie. Lakon ini mengajarkan kita tentang sikap kepahlawanan dan pengabdian kepada tanah air dan bangsa.

Sekilas cerita, lakon ini menceritakan perjuangan jendral perang wanita yang bernama Hwan Lie Hoa yang diperankan oleh Tuti Hartati untuk menaklukkan Tartar Barat yang dipimpin Souw Po Tong yang diperankan oleh Idries Pulungan. Sebagai musuh besar Sie Jin Kwie, menaklukkan Souw Po Tong harus melewati perang sebanyak 22 kali. Dalam memerangi kejahatan Hwan Lie Hoa dibantu oleh suaminya sendiri Sie Teng Sang, empat jenderal wanita, 300.000 pasukan Teng, dan masih banyak lagi.

 

 

1 dari 2 halaman

Hwan Lie Hoa, Jendral Perang Yang Siap Menyerang Jika Diserang

Salah satu dialog yang menunjukan Hwan Lie Hoa merupakan jendral perang yang tangguh adalah "Saya adalah jenderal pasukan Tang. Siapa menyerang Tang akan saya hukum. Kalau kalian berbuat itu, saya siap membuat kalian menyerah atau mati."

Pementasan yang disutradarai oleh N.Riantiarno ini didukung oleh Ade Firman Hakim, Rangga Riantiarno, Budi Ros, Budi Suryadi Subakah Hadisarjana, Dorias Pribadi, Angga Yasti, Ina Kaka, Andhini Puteri, Sekar Dewantari, Dana Hasan, Daisy Lantang, Sir Ilham Jambak, Supartono JW, dan masih banyak lagi.

N. Riantiarno sebagai pembuat lirik akan di aransemen oleh Fero Aldiansya Stefanus. Penataan busana oleh Rima Ananda, skeno grafi dan tata cahaya panggung digarap oleh Taufan S. Chandranegara, Penata Gerak Sentot S., pengarah tehnik Tinton Prianggoro serta Pimpinan Produksi Ratna Riantiarno.

Selain menampilkan cerita yang menegangkan dan tentu saja ada bagian yang mengocok perut para penonton, properti dan tata rias dibuat sedetail mungkin sehingga penonton bisa masuk kedalam suasana masa lalu di negeri tirai bambu.

Lakon Sie Jin Kwie Melawan Siluman Barat yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dapat disaksikan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada tanggal 10-19 November 2017, pukul 19.30 WIB. Kecuali hari Minggu pada tanggal 12 dan 19, pukul 13.30 WIB.

 

Penulis

Reza Sugiharto

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Teater Poda, Refleksi Kehidupan Dalam Pertunjukan Menyayat Hati
Artikel Selanjutnya
Teater Abang None Angkat Kisah Hidup Benyamin ke Pagelaran Musik