Sukses

5 Orang Ini Kaya Mendadak Gara-gara Muntahan Ikan Paus

Liputan6.com, Jakarta Muntahan ikan paus atau juga disebut ambergris adalah bahan pembuat parfum. Zat lembut seperti lilin itu yang disekresikan dari usus ikan paus sperma. Ambergris sering ditemukan mengambang di laut tropis dan kini menjadi buruan nelayan.

Menemukan ambergris seperti menemukan onggokan emas. Tak heran zat ini sering juga dinamakan emas terapung. Berikut orang-orang yang kaya mendadak karena muntahan paus.

1. Sukadi, Nelayan Bengkulu (2017)

Viralnya muntahan paus diakibatkan karena seorang nelayan kabupaten Kaur, provinsi Bengkulu bernama sukadi menemukan 200 kilogram muntahan paus yang mengapung. Sukadi menjelaskan, awalnya ia tidak tahu bahwa benda yang mengapung itu adalah muntahan paus. Dia mengira benda yang bertebaran itu adalah limbah.

"Saya cek GPS, saya kira itu limbah, lalu saya pungut dengan harapan membersihkan laut dari limbah," ucapnya.

 Namun, saat benda tersebut ia kumpulkan di perahu lalu dibawa ke darat, baru diketahui jika itu adalah muntahan paus. Sukadi juga tidak mengetahui bahwa benda tersebut bernilai mahal. Ia tahu setelah ia mengecek di video Youtube.

2.  Khalid Al Sinani, Nelayan Oman (2016)

Khalid Al Sinani menemukan muntahan ikan paus yang terapung di perairan wilayah Qurayat. Dia akan berhenti menjadi nelayan dan akan beralih ke bisnis properti. 

“Selama 20 tahun sejak saya pertama sekali melaut bersama ayah, saya selalu memimpikan menemukan muntahan ikan paus. Mimpi saya kini menjadi kenyataan,” katanya seperti dikutip dari laman Gulfnews.com

Khalid kemudian mengumpulkan muntahan ikan paus seberat 60 kg itu dan mengangkatnya ke perahu. Diperkirakan muntahan ikan paus yang ditemukan Khalid bisa dijual dengan harga Rp 33,7 miliar. Sehingga ketika ada perusahaan parfum setempat yang menawar dengan harga Rp 187 juta per kilogram, Khalid menolaknya.

.

 

1 dari 4 halaman

3. Gary dan Angela Williams, Wisatawan (2016)

Pasangan Williams ini tengah berwisata ke Pantai Meddleton Sands dekat Morecambe Bay, Inggris, ketika tiba-tiba mereka mencium bau yang amat busuk. Bau tersebut ternyata berasal dari benda mirip bongkahan batu, berwarna putih, tetapi sangat berminyak. 

Gary dan Angela rupanya pernah membaca soal ambergris atau muntah paus yang harganya bisa mencapai miliaran rupiah. Pasangan Williams menemukan ambergris seberat 1,57 kg yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp 900 juta.

Mereka menyatakan sudah mendapat tawaran dari beberapa pihak, tetapi saat ini Williams tengah meminta pendapat ahli ambergris dari Selandia Baru dan Prancis.

 

2 dari 4 halaman

4. Alan Derrick dan anaknya, Tom, Wisatawan (2016)

Alan mengatakan awalnya bersama sang anak sedang jalan-jalan di sepanjang pantai. Hingga akhirnya Tom melihat sebuah batu yang cukup aneh.

"Aku berkata ke Tom kalau kami harus menjaga batu itu, karena saya beberapa tahun lalu pernah tahu cerita batu yang sejenis," terang Alan.

Ia siap menjual benda yang ditemukan dengan nilai £ 65.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Berat batu muntahan paus yang ditemukan Alan adalah 1,13 kg. Alan telah mengirim sampel ke Italia, Selandia Baru dan Prancis untuk menguji batu tersebut. Tentu jika benar itu adalah muntahan paus, mereka bakal menjadi miliarder.

3 dari 4 halaman

5. Charlie Naysmith, Pelajar SD Berusia 8 Tahun (2012)

Charlie Naysmith, awalnya tidak menyangka jika bongkahan seperti batu yang ditemukannya di pantai Hengistbury Head merupakan sebuah barang berharga yang cukup langka, yakni muntahan ikan paus sperma yang disebut dengan ambergis. 

Muntahan tersebut mengeras menjadi batu setelah terkena paparan sinar matahari dan garam. Bentuknya halus dan terasa seperti lilin serta berbau manis. Muntahan yang ditemukan Naysmith seberat 600 gram.

 

Penulis 

Reza Sugiharto

 

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Top 3: Tidak Sengaja Mendadak Kaya, Mahasiswi Malah Berfoya-foya