Sukses

Uniknya Perayaan Hari Guru di Universitas Muhammadiyah Malang

Liputan6.com, Jakarta Setiap tahun, mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperingati Hari Guru dengan perayaan yang unik. Ribuan mahasiswa, karyawan, dan dosen, khususnya yang kuliah di Fakultas Pendidikan dan Keguruan (FKIP), bersama-sama melantunkan "Hymne Guru" di pelataran Gedung Kuliah Bersama I (GKB I) UMM dan balkon-balkon di masing-masing lantai di gedung berlantai enam itu.

Perayaan yang berlangsung Senin (27/11) ini digelar atas inisiasi FKIP UMM bersama Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP UMM. Jajaran civitas akademika dan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Civic Hukum dan Pendidikan Agama Islam kompak mengenakan atribut batik dan memenuhi gedung perkuliahan itu.

Wakil Dekan I FKIP Sudiran mengungkapkan, ada tiga tantangan yang harus dihadapi oleh guru, yaitu kualitas guru, pemerataan, dan kesejahteraan mereka. Sudiran menerangkan, kualitas guru harus terus ditingkatkan, salah satunya melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dapat diikuti mahasiswa setelah menyelesaikan jenjang sarjana. Sementara pemerataan guru, lanjut Sudiran, dapat dilakukan melalui program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM3T).

1 dari 2 halaman

Suasana haru di Hari Guru

Adapun tantangan ketiga terkait kesejahteraan dan kemakmuran guru yang tidak merata di Indonesia.

“Kita semua di sini terpanggil memperingati Hari Guru Nasional dalam rangka membantu menyejahterakan guru melalui upaya yang kita bisa. Pohon beringin di hutan rimba, pohonnya menjulang ke atas awan. Jadilah guru harapan bangsa, karena guru pencerah peradaban,” pungkas Sudiran sembari berpantun.

Suasana haru menyeruak saat dosen dan mahasiswa secara bersamaan menyanyikan lagu "Hymne Guru". Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Fatin Naja, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Melalui acara ini, Wakil Dekan III FKIP Rohmad Widodo berpesan kepada mahasiswa untuk dapat menghayati nilai-nilai peringatan Hari Guru agar dapat menjadi guru yang profesional.

“Mahasiswa UMM harus bisa memenuhi empat kompetensi guru profesional, yaitu pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian sehingga kekurangan guru saat ini bisa dipenuhi mahasiswa FKIP UMM nantinya,” tukas Rohmad.

Sementara itu, Ketua BEM FKIP Ahmad Rofiuddin mengaku perayaan Hari Guru Nasional ini menjadi refleksi untuk dirinya dan juga mahasiswa FKIP lainnya tentang perjuangan guru dan bagaimana menjadi guru pada masa depan.

Hal senada diungkapkan Lia selaku mahasiswa semester lima Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Semoga peringatan ini menjadi budaya di UMM agar kami mahasiswa FKIP terus diingatkan akan jasa-jasa guru, karena tanpa mereka, tanpa guru-guru, mungkin tidak akan ada profesi-profesi lain,” tutur Lia.

 

Penulis:

Ade Chandra Sutrisna

Reporter Tim Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

 

Jadilah bagian dari Komunitas Sahabat Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: SahabatLiputan6@gmail.com serta follow official Instagram @sahabatliputan6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.