Sukses

5 Kota Paling Berbahaya di Dunia Akibat Kemajuan Teknologi

Liputan6.com, Jakarta - Banyak sekali kota indah dan damai di seluruh dunia. Namun ternyata, ada beberapa kota yang dijuluki dengan kota paling berbahaya di dunia. Beberapa orang mungkin memikirkan bahwa kota tersebut berbahaya karena fenomena alam yang terjadi. Namun, kota berbahaya tersebut terjadi karena ulah manusia yang merusaknya.

Beberapa kota di dunia telah dirusak sebuah peristiwa yang telah menimpanya. Jadilah tak berpenghuni karena orang memilih untuk meninggalkan kota tersebut. Seperti yang terjadi di beberapa kota di dunia, ditinggalkan karena warga merasa tidak aman dan semua itu mengancam keberadaannya. 

Ini lima kota paling berbahaya di dunia akibat kerusakan teknologi.

1. Picher, Oklahoma

Saat Perang Dunia I pada 1914, ditemukan pertambangan timah di Kota Picher. Akhirnya, kota ini menjadi salah satu eksportir timah terbesar di dunia. Sayangnya, pertambangan ini mengandung racun yang sangat berbahaya bagi penduduk sekitar.

Setelah penambangan berhenti di tahun 1970-an, ada 178 juta ton sampah menumpuk di sekitar kota. Pada 2015, lebih dari 1.000 burung ditemukan tewas di Kota Picher karena keracunan limbah pabrik. Pemerintah pun mengimbau warga untuk meninggalkan kota.

1 dari 3 halaman

2. Bikini Atoll, Republik Kepulauan Marshall

Pada 1946, pemerintah Amerika Serikat meledakkan sebuah bom nuklir di Kepulauan Marshall. Baru pada akhir 1970-an, mulai terlihat beberapa efek samping dari radiasi yang dihasilkan. Di antara mereka, banyak wanita mengalami keguguran, bayi yang meninggal setelah lahir, dan cacat lahir.

Mereka juga menderita kanker. Ilmuwan menemukan tingkat radiasi yang begitu tinggi di kota tersebut. Jadi orang Bikini Atoll diharuskan meninggalkan kota.

3. Geamana, Rumania

Pada 1977, Nicolae Ceausescu, seorang diktator Rumania memerintahkan untuk membuang limbah pertambangan tembaga ke kota Geamana. Empat ratus kepala keluarga dievakuasi dan dipindahkan ke tempat lain karena tempat mereka telah berubah menjadi danau yang terkontaminasi limbah pertambangan.

Danau berubah merah karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Seperti kadmium yang bisa merusak hati, ginjal, dan paru-paru.

2 dari 3 halaman

4. New Idria, California

New Idria didirikan pada 1854 di dekat sebuah pabrik milenium terbesar di negara ini. Namun, pertambangan tutup pada 1971, dan Kota New Idria ditinggalkan oleh warganya.

Terowongan bawah tanah tersebut bocor sehingga mencemari sungai setempat dengan merkuri. Jadi orang yang makan ikan akan kecarunan jika mengambil ikan dari sungai. Efek yang dialami adalah sakit kepala, kesemutan, kerusakan otak dan sistem saraf.

5. Bento Rodrigues, Brasil

Bento Rodrigues terletak di dekat pertambangan bijih besi. Limbah pertambangan dibuang ke danau terdekat, sehingga bendungan dibangun untuk melindungi kota dari air yang tercemar. Pada 2015, bendungan itu ambruk. Tiga puluh lima juta liter air beracun membanjiri dan menghancurkan kota.

Salah satu organisasi utusan PBB menemukan kadar logam beracun dan bahan kimia yang tinggi di kota tersebut. Dibutuhkan setidaknya 10 sampai 50 tahun agar lingkungan menjadi bersih kembali. Karena itu, warga kota diharuskan pindah dari kota terebut.

Selengkapnya bisa langsung baca di: https://jalantikus.com/gokil/kota-paling-berbahaya-akibat-kerusakan-teknologi/

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Indonesia Perlu Pusat Riset Kesehatan Global
Artikel Selanjutnya
10 Negara Paling Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Indonesia?