Sukses

Terjemahan Ini Buktikan Google Translate Seksis

Liputan6.com, Jakarta Apakah kamu percaya bahwa masyarakat kita merupakan masyarakat yang seksis? Mungkin kita tak menyadari hal tersebut. Namun, sudah lama seksisme juga hadir dalam kehidupan masyarakat kita.

Seksisme sendiri merupakan bentuk diskriminasi, seperti halnya rasisme. Tapi seksisme lebih merujuk kepada perlakuan tidak adil karena jenis kelamin seseorang.

Salah satu bentuk seksisme yang kerap terjadi biasanya meliputi diskriminasi dan pembedaan perlakuan antara perempuan dan laki-laki. Misalnya, perempuan diharapkan untuk tinggal di rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga, sedangkan laki-laki bebas dari tugas mencuci piring.

Ternyata tidak hanya orang saja yang bisa berbuat demikian. Mesin pun bisa seksis, seperti yang dilakukan Google Translate.

Untuk membuktikan hal ini, Dina Utami, kandidat doktor pada program computer science di Universitas Northeastern, melakukan sebuah eksperimen. Dalam Bahasa Indonesia, kata untuk merujuk kepada orang, baik laki-laki dan perempuan bisa menggunakan kata 'dia' dan 'ia'.

 

 

 

Kedua kata pengganti orang tersebut, lebih bersifat netral dibandingkan bahasa Inggris yang menggunakan kata 'she' untuk perempuan dan 'he' untuk laki-laki.

Meskipun demikian, postingan Dina tak panjang lebar untuk menjelaskan kata pengganti tersebut. Ia justru membuat eksperimen dengan kalimat yang mengandung pekerjaan seseorang. 

'Dia seorang dokter' dan 'Dia seorang perawat' merupakan salah satu contoh yang Dina tuliskan. Namun, google translate membaca hal tersebut dengan cara yang berbeda.

Jika diamati pada awalnya tak ada yang salah dari terjemahan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris tersebut.

Hal yang perlu diteliti adalah kata ganti orang dalam bahasa Inggris dan pekerjaan mereka. Kalimat 'dia seorang dokter' diganti dengan 'he is a doctor'. Sedangkan 'dia seorang suster' diganti pula dengan 'she is a nurse'.

 

Gender bias Google translate. Source: Facebook/ DIna Utami

Begitu pula dengan pekerjaan seperti presiden, pengacara, dan insinyur yang diidentifikasi sebagai pekerjaan laki-laki oleh google translate. Lalu perempuan diidentikkan dengan pekerjaan seperti guru, perawat, sampai dengan pembantu rumah tangga.

Pekerjaan seperti membersihkan rumah, mencuci, dan memasak kerap diidentifikasi oleh pekerjaan perempuan juga. Kemudian, aktivitas seperti makan, membaca, dan belajar justru diidentifikasi dengan pekerjaan laki-laki. 

Perbedaan yang jomplang antara laki-laki dan perempuan yang diterjemahkan dalam google translate ini menyebabkan, sistemnya dianggap bias dan seksisme terhadap gender.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Padahal sejatinya, saat ini semua gender bisa memiliki aktivitas dan pekerjaan yang beragam. Laki-laki dan perempuan bisa menjadi dokter. Laki-laki dan perempuan bisa menjadi pembantu rumah tangga.

"Bahasa Indonesia juga termasuk bahasa yang netral terhadap gender. Ketika diterjemahkan google untuk diubah menjadi bahasa Inggris, kalimat tersebut menjadi bergender," tulis Dina.

Warganet yang melihat pola tersebut juga menyetujui hal yang sama di pikiran Dina. Berikut tanggapan mereka.

"Hmmmmm... ketika sebuah mesin mulai menjadi stereotip," komentar Fransiska Nana.

"Berarti AI (sistem kecerdasan buatan atau tiruan) menyerap gender stereotip yang beredar di masyarakat ya," sahut Rezy Pradipta.

"Gender bias," tulis Cynthia Maharani.

Postingan dari Dina saat ini sudah mencapai seribu lebih share dari warganet. Sejumlah akun facebook dari negara lain seperti Hungaria dan India juga tertarik mencoba eksperimen yang dilakukan oleh Dina.

Sebelumnya Dina juga mengungkapkan bahwa ekperimen ini terinspirasi dari akun facebook Alex Shams. Pria dari Turki tersebut lebih awal menyadari adanya bias gender dalam mesin penerjemah tersebut.

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Ini 5 Aplikasi iPhone Terbaik
Artikel Selanjutnya
5 Aplikasi Penerjemah Terbaik untuk Traveler