Sukses

7 Tanda Ini Menunjukkan Anak Bisa Jadi Psikopat di Masa Depan

Liputan6.com, Jakarta Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seorang anak kemungkinan bisa menjadi seorang psikopat di masa depan dapat diketahui sejak ia berusia 3 tahun. Tindakan orangtua pun terkadang mendorong anak untuk menunjukkan tanda-tanda ini. Masalahnya, orangtua justru tidak mengira bahwa itu adalah sesuatu yang serius.

Banyaknya pemberitaan soal pembunuhan dan tindak kriminal lainnya tentu membuat kita harus lebih waspada tentang keberadaan psikopat di sekitar kita. Melansir situs Bright Side, beberapa ciri yang bisa diketahui jika seorang anak berpotensi untuk menjadi psikopat di masa mendatang.

1. Sering menyakiti hewan

Kekejaman terhadap hewan adalah salah satu tanda gangguan psikopat yang paling jelas terlihat pada anak-anak. Jika Anda menjelaskan kepada anak bahwa tidak baik jika sering menarik ekor kucing itu atau menarik tali anjing, maka anak mungkin akan mengerti dan berjanji tidak mengulangi tindakannya, maka Anda tidak perlu khawatir.

Tapi ketika anak-anak sering melakukan tindak kekerasan atau menyalahgunakan bahkan membunuhnya, saat itulah saatnya Anda perlu bertindak. Ini merupakan cara yang bisa dilihat bagaimana seseorang mengekspresikan kemarahan mereka dengan menggunakan hewan yang benar-benar tak berdaya. Apalagi, jika mereka sering membunuh korbannya dengan cara yang sama atau serupa dan membahayakan jiwa.

2. Suka membakar sesuatu

Pyromania, atau senang membakar sesuatu adalah tanda kedua. Ini adalah cara lain untuk mengekspresikan kemarahan dan bentuk pembangkangan.

 

1 dari 3 halaman

3. Masih suka ngompol

Jika anak usia 6 tahun ke atas suka masih enuresis atau mengompol, sebaiknya Anda perlu waspada, karena gangguan ini bisa memprovokasi seseorang untuk melakukan tindakan brutal di masa depan. Memang tidak ada jaminan 100 persen bahwa anak berusia 6 tahun ke atas yang masih buang air kecil di tempat tidur akan menjadi psikopat di masa depan.

Namun, kondisi yang mereka alami ini tentu memalukan bagi anak kecil. Akibatnya, mereka menjadi marah dan tersinggung saat temannya tahu dan mengejeknya. Inilah yang kemudian membuat ia berani melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan

4. Sering melanggar aturan

Adakah orang yang tidak pernah memecahkan cangkir favoritnya saat ia masih kecil? Tentu setiap anak pernah berada dalam situasi di mana mereka mengerti bahwa mereka harus berbohong untuk sesuatu hal yang tidak sengaja dilakukan. Tapi anak-anak dengan ciri-ciri psikopat biasanya akan senang melakukan sesuatu yang berbeda. Mereka akan mendapatkan kegembiraan dan memicu adrenalin jika sering melanggar aturan.

Hal yang sama berlaku untuk adrenalin yang dialami orang saat mencuri sesuatu. JK Rowling menggambarkannya dengan sangat baik di Harry Potter dalam bab tentang masa kanak-kanak Voldemort. Jika Anda ingat, Profesor Dumbledore menemukan mainan curian di lacinya. Mainan itu milik anak-anak lain. Pangeran Kegelapan tidak benar-benar membutuhkan mereka, dia hanya senang melihat seseorang kehilangan sesuatu yang penting bagi mereka.

5. Berbohong tanpa penyesalan

Jika seorang anak tiba-tiba sakit karena takut dihukum, Anda bisa mengerti alasan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya. Namun, jika seorang anak sakit hanya untuk berbohong, tanpa penyesalan dan dengan ekspresi wajah yang sangat percaya diri, ini adalah alasan untuk khawatir. Mungkin ada yang salah dengan mereka.

Mungkin, mereka memang suka saat berbohong. Hal lain yang lebih penting, ketika seorang anak yang diketahui memiliki sifat psikopat ketahuan, biasanya mereka mulai marah atau bahkan histeris, ini adalah bentuk manipulasi. Dan itu bukan karena kesalahan mereka, tapi karena kebohongannya terbongkar. Memang belum tentu juga ia akan menjadi seorang psikopat, tapi Anda harus tetap waspada.

2 dari 3 halaman

6. Bullying

Tentu saja, tidak setiap pembully akan menjadi seorang psikopat di masa depan. Orang bisa menjadi pem-bully karena banyak alasan, seperti ingin cari perhatian, menunjukkan kekuatan, ingin terlihat seperti orang yang kejam, ingin dipuja, dan berbagai alasan lainnya. Namun, ada satu alasan yang dapat membantu Anda mengetahui pembulli yang memiliki sifat psikopat, yakni mereka suka mempermalukan orang lain hanya karena mereka menikmatinya.

7. Tidak peka

Anak-anak dengan ciri-ciri psikopat tidak menunjukkan rasa takut seperti teman sebayanya, dan mereka tidak merasakan tekanan pada tingkat yang sama. Mereka pun tidak tahu apa itu kasih sayang. Sehingga mereka jadi kurang kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya.

Menurut Heather Irvin, seorang psikolog senior di R.E.A.D. Klinik, tahun pertama kehidupan anak adalah yang paling penting dalam menentukan masa depan kesehatan psikologis mereka.

"Psikopat tidak muncul begitu saja. Anda hanya perlu melihat tahun-tahun awal mereka, tentang apa yang terjadi pada anak-anak ini saat mereka baru lahir. Misalnya, jika mereka menangis selama 6 bulan pertama, dan tidak ada yang merawat mereka, tidak ada yang memberi mereka makan saat mereka lapar, tidak ada yang membantu mereka, otak mereka mengingatnya dan menyadari bahwa perasaan tidak penting."

Ia menambahkan bahwa struktur otak lainnya mulai terbentuk berdasarkan konsep ini. Jika seorang anak tumbuh di lingkungan yang baik. Namun setelah berusia 5 tahun, ada beberapa kekerasan dalam hidup mereka, kemungkinan mereka menjadi psikopat memang lebih kecil. Ini berarti bahwa orang tua memiliki tanggung jawab yang besar bukan hanya untuk kesehatan anak, tapi juga tentang bagaiamna mengajari anak cara melihat dunia.

 

Penulis:

Dhita Koesno

Forum Liputan6.com

**Jadilah bagian dari Forum Liputan6.com dengan mengirimkan artikel viral dan terkini melalui email: Forum@liputan6.com. 

Artikel Selanjutnya
Pengumuman Maintenance Laman Forum Liputan6.com
Artikel Selanjutnya
Top 3 Hari Ini: Tes Kepribadian Ungkap Cara Anda Sampaikan Cinta