Sukses

Ikan di Dasar Laut Terdampar, Warga Klaim Pertanda Gempa

Liputan6.com, Jakarta - Bencana alam tentu menjadi hal yang mengerikan yang tak ingin dialami banyak orang. Bahkan, sudah sering terjadi bencana di berbagai negara, mulai dari bencana kecil hingga bencana yang menyebabkan kepunahan spesies mahluk hidup.

Seiring berkembangnya waktu, umat manusia pun mulai mencari cara untuk mendeteksi bencana. Ada yang menciptakan alat pendeteksi bencana, hingga mengamati dan mempelajari tingkah laku hewan.

 

Salah satunya penduduk lokal Negros, Filipina, percaya bahwa adanya ikan di laut dalam yang mati lalu terdampar di pantai menjadi sebuah pertanda akan terjadinya bencana besar.

 

1 dari 3 halaman

Akan Terjadi Bencana Gempa

Baru-baru ini, seekor ikan laut dalam yang mati terdampar menghebohkan warga Filipina. Terdamparnya bangkai ikan tersebut membuat penduduk setempat ketakutan karena akan ada bencana besar.

Ikan yang mati terdampar itu berjenis hiu bermulut besar. Hiu bermulut besar hidup di kedalaman 160 meter di bawah permukaan laut. Karena mahluk ini tinggal di pedalaman dan jarang terlihat, penduduk lokal di Negros  tidak dapat menahan rasa takut untuk keberlangsungan hidup mereka.

Terdamparnya makhluk seperti itu adalah kejadian yang sangat langka dan mereka percaya bahwa itu bisa menjadi tanda akan terjadinya gempa. Kejadian ini pun membuat para ahli angkat bicara.

Mereka mengklaim bahwa peristiwa ini hanyalah sebuah kepercayaan takhayul karena tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan kebenaran tentang kepercayaan tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Ikan Laut Dalam Bisa Deteksi Pergerakan Bumi

Masyarakat Jepang, mempercayai bahwa ikan jenis oar diyakini sebagai pertanda tsunami atau gempa besar. Pasalnya, sesaat sebelum gempa dan tsunami Tohoku tahun 2011 melanda Jepang, sekitar 20 ikan oar terdampar di pantai di daerah tersebut.

Pada 2017, sebuah gempa terjadi di Surigao, Filipina. Dua hari sebelum gempa mereka menemukan seekor ikan oar mati terdampar di pantai provinsi tersebut.

Kiyoshi Wadatsumi, seorang ahli seismologi Jepang mengatakan, "Makhluk laut dalam sangat peka terhadap pergerakan yang tidak teratur di dasar laut. Penampakan mereka di perairan dangkal menunjukkan bahwa ada sesuatu yang terjadi di kedalaman sana," dikutip dari laporan Japan Time.

Artikel Selanjutnya
Gempa Bumi dan Gunung Berapi Guncang Kedua Sisi Pasifik
Artikel Selanjutnya
3 Gempa Besar yang Pernah Mengguncang Jakarta