Sukses

Puluhan Petambak Dilatih Membuat Pakan Ikan

Citizen6, Surabaya: Ada pemandangan yang berbeda di kediaman Mulyono di Kelurahan Tambakwedi, Kenjeran, Surabaya. Puluhan petambak terlihat ramai berkumpul. Ada apa? Ternyata di sana sedang dilakukan pelatihan pembuatan pakan ikan dengan Fishmod (Fisher’s Module) berbasis Self-Recycling-Methods oleh beberapa Mahasiswa ITS.

“Program ini merupakan pengabdian terhadap masyarakat yang berawal dari PKM-M ITS, yang lolos mendapat dana hibah Dikti pada Program Kreativitas Mahasiswa 2012. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya petani baik secara finansial maupun non finansial,” ungkap Whilda, ketua tim ini. Selain Whilda, tim ini juga terdiri dari Lily, Surya, Aul, dan Ida yang semuanya merupakan mahasiswa ITS.

Dalam pelaksanaan program ini, tim bekerja sama dengan bimbingan dari M. Syahid Akbar selaku dosen pembimbing untuk melakukan pengabdian masyarakat kepada Masyarakat Kenjeran, tepatnya Masyarakat Kelurahan Tambakwedi Rt.01/01 dalam pembuatan pakan ikan dengan bantuan Fishmod (Fisheris Module) yang berbasis self-recycling-methods.

Fishmod (Fisher's Module) merupakan modul buatan tim PKM-M, yang berisikan tentang hal-hal yang perlu dilakukan oleh petambak ikan untuk melakukan pembuatan pakan dari sisa-sisa makanan, dan barang-barang yang masih memiliki zat gizi yang terdapat melimpah di sekeliling mereka, seperti nasi basi, ikan-ikan kecil yang terjaring nelayan, ampas tahu, sayur-sayuran, kulit kerang, dan lainnya. Dengan cara ini, petambak bisa melakukan proses pembuatan pakan ikan ini secara mandiri.

Program ini dimulai dengan konsolidasi kepada Ketua RT setempat, dilanjutkan dengan penyampaian gambaran kegiatan PKM-M ini. Mulai dari penyamaan visi, kemudian penyampaian berbagai manfaat terhadap barang-barang sisa yang ada di sekeliling mereka.

Kegiatan selanjutnya adalah melakukan forum diskusi untuk membicarakan hal-hal yang perlu dibawa saat pelatihan pembuatan pakan ikan ini, antara lain nasi basi, sayur-sayuran, ampas tahu, ikan-ikan kecil yang terjaring oleh nelayan. Forum diskusi ini dilakukan dua kali untuk lebih menyiapkan diri dalam pelatihan, dan agar isi dari Fishmod ini bisa lebih mengena pada para petambak ikan.

Masyarakat sangat antusias terhadap program pelatihan ini, terlihat dari kehadiran mereka saat mengikuti forum diskusi yang dilakukan oleh tim. Masyarakat tidak sungkan-sungkan untuk berpendapat, dan menyampaikan uneg-uneg yang menjadi masalah mereka.

Masyarakat juga terlihat aktif mengikuti pelatihan. mereka bersemangat saat mencampurkan semua bahan-bahan yang telah tersedia. Masyarakat mengaduk semua bahan secara silih berganti tanpa sungkan. Walaupun saat awal mereka terlihat bingung, namun berkat adanya Fishmod kebingungan tersebut segera teratasi.

“Akhirnya bisa juga. Walaupun sedikit bingung tadi, tapi berkat ada Fishmod kebingungan saya tadi hilang teratasi, dan akhirnya selesai juga pembuatannya, dan saya akan membuat pakan ini untuk kedepannya,” kata Ali, salah satu peserta pelatihan.

“Terima kasih kepada mbak-mbak dan mas-mas serta Pak Syahid yang sudah melatih saya dan masyarakat sini, untuk bisa membuat pakan ikan dari bahan-bahan bekas, sehingga pengeluaran kami sedikit berkurang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Mulyono selaku Ketua RT setempat.

“Program ini tidak berhenti pada pelatihan ini saja, namun setelah pembuatan pakan untuk kedua kalinya, masyarakat yang kami latih ini akan melatih masyarakat lainnya, sehingga nantinya akan terbentuk multi level learning, dan nantinya akan dibentuk suatu Kelompok Usaha Tani yang akan mewadahi petambak untuk memenuhi kebutuhan bahan-bahan dalam pembuatan pakan ini. Semoga program ini bisa membantu masyarakat untuk bisa memperbaiki kehidupan mereka selanjutnya," ucap Whilda. (Pengirim: Aulia Ahmad)
    Artikel Selanjutnya
    Sambut Pagi Penuh Cinta dengan Anyaman Jerami di Sawah
    Artikel Selanjutnya
    Festival Jerami dan Pesan Penting untuk Para Petani