Kampung Tempe Sukomanunggal

on May 19, 2012 at 14:01 WIB

Citizen6, Sukomanunggal: Kampung Tempe Sukomanunggal adalah sebutan yang diberikan kepada Kampung yang berada di Rt. 02/03, Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya. Kampung ini terletak di daerah industri berat dan permukiman padat penduduk di perbatasan Surabaya dan Gresik. Kampung Tempe Sukomanunggal ini sudah ada sejak 1970 dan merupakan kampung tertua dan asli pembuatan tempe murni di Kota Surabaya. Saat ini pengrajin tempe kampung tempe Sukomanunggal telah memasuki generasi ketiga.

Program 10 Kampung Usaha Unggulan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya dengan pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK) berbasis komoditi Keripik Tempe. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Disperindag Kota Surabaya dalam upaya mengembangkan UMK Keripik Tempe di Sukomanunggal. Diantaranya melakukan standarisasi produk, hibah peralatan industri, kemudahan ijin usaha, dan peminjaman modal. Namun, pengembangan UMK ini mengalami kendala terkait produk keripik tempe yang belum berdaya saing di pasar lokal maupun regional karena memiliki daya jual yang rendah. Terutama karena kemasan produk yang kurang menarik dan informatif.

Padahal, produk keripik tempe buatan pengrajin Kampung Sukomanunggal tidak kalah enaknya dengan keripik tempe daerah lainya. Sebut saja keripik tempe Malang yang cukup terkenal. Keripik tempe Sukomanunggal memiliki ciri khas pada rasanya yang menggunakan bumbu alami, bukan bumbu bubuk, sehingga lebih terasa bumbunya. Selain kemasan produk yang kurang eyecatching, pemasaran pun menjadi hambatan dalam upaya melakukan pengembangan UMK Keripik Tempe ini. Pemasaran yang dilakukan oleh pengrajin masih terbatas pada pemasaran konvensional, hanya dititipkan di warung dan dijual secara langsung di pasar sekitar. Sehingga jangkauan pasarnya pun masih terbatas pada daerah sekitar Sukomanunggal.

Potensi pengembangan UMK Keripik Tempe ini kemudian mendapat perhatian dari mahasiswa ITS. Lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota yang terdiri dari Deny Ferdyansyah, Abdur Razak, Rachmanita Ayu, Gusti Aditya Rahadyan dan Eka Putri Anugrahing W. Melakukan berbagai kegiatan untuk mem-branding kampung Sukomanungggal. Tujuannya adalah memperkenalkan, mempromosikan, dan mencitrakan Kampung Sukomanunggal sebagai Kampung Sentra Industri Keripik Tempe Khas Kota Surabaya.

Berbagai kegiatan seperti jasa pendampingan teknik pengemasan produk dan pemasaran telah dilakukan. Kemasan produk keripik tempe pun jadi lebih menarik dan eyecatching. Sedangkan pemasaran pun sekarang berkembang, keripik tempe dipasarkan dengan model kemitraan dengan supermaket, restauran, dan toko-toko. Selain itu juga, pemasaran juga memanfaatkan media internet seperti web dan jejaring sosial (facebook, twitter, blog). Hasilnya pun mendapat respon yang positif dari masyarakat.

Menurut salah satu pengrajin keripik tempe sendiri, Markuat, merasa senang karena keripik tempenya lebih laku dan sudah dipasarkan di berbagai daerah di luar Jawa Timur seperti ke Kalimantan. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah me-launchingdan mem-publish Kampung Keripik Tempe Sukomanunggal. Rencananya tim akan mendistribusikan berbagai multimedia interaktif seperti x-banner, brosur, poster, dan buku tentang profil Kampung Keripik Tempe Sukomanunggal ke berbagai media surat kabar, televisi, dan radio serta berbagai instansi pemerintahan kota, terutama ke Disperindag Kota Surabaya.

Harapannya, Kampung Keripik Tempe semakin dikenal masyarakat umum, sehingga banyak yang mengetahui produk keripik tempe khas Kota Surabaya. Pada akhirnya, kegiatan dapat meningkatkan perekonomian pengrajin keripik tempe di Kampung Sukomanunggal dan mensukseskan Program kampung Usaha Unggulan Pemerintah Kota Surabaya. (Pengirim: Gusti Rahadyan)
Suka artikel ini?

0 Comments