Becak Motor Siantar di Ambang Kepunahan

on Dec 02, 2012 at 15:50 WIB

Citizen6, Pematang Siantar: Sepeda motor bekas peninggalan perang dunia ini bernama Birmingham Small Army (BSA), berasal dari negara Inggris, dan menjadi alat transportasi jaman penjajahan pada tahun 1941. Saat ini jumlahnya di dunia ada sekitar 1.000 unit. Di Pematang Siantar, Sumatera Utara, alat ini dinamakan becak motor. Sebelum tahun 2000 jumlahnya mencapai hampir 700 unit.  Namun sekarang keberadaannya hanya mencapai 400 unit saja.

Dapat dikatakan penyebab semakin berkurangnya alat transportasi jenis ini karena banyaknya jumlah transportasi minibus dalam kota dan sangat mudahnya memiliki sepeda motor baru dengan kredit ringan. Hal ini cukup membuat Becak Motor Siantar semakin punah. Kondisi ini diperburuk dengan ulah para kolektor BSA yang memburu barang  tersebut harga yang menggiurkan, sehingga membuat jumlah becak motor BSA di pematang Siantar semakin berkurang.

Melihat kondisi ini, harusnya pemerintah daerah setempat memberikan perhatian khusus, karena jika tidak icon Kota Pematang Siantar dengan Becak BSA akan hilang begitu saja tanpa jejak. Dan tentunya akan berkurang pula salah satu daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Pematang Siantar walau hanya sekadar ingin merasakan keunikan menumpang becak BSA tersebut.

Bentuk perhatian yang diinginkan para abang becak Siantar ini dari pemerintah setempat, bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi sikap nyata pemerintah dengan memperdayakan Becak Motor Siantar sebagai alat transportasi utama di kota Pematang Siantar dalam bentuk transportasi wisata . Dan tak kalah pentingnya adalah usaha pemerintah dengan membatasi atau menghapus jumlah sepeda motor jepang yang menjadi alat transportasi becak yang semakin marak tumbuh di Siantar.

Apabila bentuk perhatian ini dapat direalisasikan oleh pemerintah setempat, tentunya para pemilik Becak Siantar dapat mempertahankan becak motor dari kepunahan. Selain itu pemasukan abang becak bisa bertambah dari penghasilan jumlah pariwisata yang hadir.  Sebaliknya, apabila tidak ada perhatian, lama-kelamaan jumlah becak siantar BSA akan hilang.  Dan bahkan mereka akan tergiur dengan tawaran para kolektor luar daerah yang akan membeli becaknya dengan harga yang menggiurkan.

Suriadi, salah satu abang becak BSA mengungkapkan, "Nilai sejarah becak siantar bukan hanya dipandang dari sisi sejarah awal becak ini hadir di Pematang Siantar, namun  becak ini merupakan benda turun-temurun bagi para abang becak di sini. Sejak SMP, saya sudah belajar menggunakan becak ini yang diwariskan oleh almarhum ayah saya."

Sementara itu, Walikota Pematang Siantar, Hulman Sitorus di sela-sela acara pawai becak mengatakan, akan berusaha mempertahankan icon Kota Pematang Siantar, yakni Becak BSA dengan memberikan kemudahan pengurusan surat dan menjadikan alat transportasi wisata setempat.  (Ian Swara)
Suka artikel ini?

0 Comments