Pedagang Kaki Lima Hijaukan Tangsel

on

Citizen6, Tanggerang Selatan: Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyikapi momentum 17-an sebagai Hari Kesadaran Nasional.

Momentum tersebut dimulai dengan program penghijauan dan penanaman pohon di areal Fasilitas Sosial/Fasilitas Umum (Fasos/Fasum) komplek perdagangan/Rumah Toko (Ruko) Pamulang Permai 1 dan sepanjang Jalan Siliwangi, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan pada Senin 17 Desember 2012.

Program penanaman pohon yang bertemakan "Mari Kita Bangun dan Lestarikan Lingkungan Yang Hijau Asri" ini merupakan bentuk kesadaran pengurus APKLI dan segenap pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Kota Tangsel untuk memberikan sumbangsih bagi terciptanya ruang terbuka hijau dengan memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada. Hal ini diwujudkan dengan penanaman ratusan pohon dari jenis tetehan dan pohon daun merah yang dilakukan di setiap lahan yang masih kosong.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKLI Kota Tangsel, Desman Ariando, mengatakan kegiatan penghijauan sebagai upaya harmoni dengan alam. Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan dinas terkait semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk partisipasi aktif seluruh anggota APKLI. Menurutnya, penanaman pohon di lahan Fasos/Fasum yang ada di seputar kawasan PKL merupakan langkah awal menuju terciptanya Kota Tangsel yang aman, damai, dan asri.

Kegiatan penghijauan oleh APKLI tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota, antara lain Hidayat Enoch (Penasehat DPD APKLI), Desman Ariando (Ketua DPD), Adi Prasetyo (Wakil Ketua DPD), Soni Soneta (Ketua Departemen Keanggotaan dan Kaderisasi), serta perwakilan Dewan Pimpinan Cabang, dan Paguyuban PKL.

Desman menjelaskan, potensi anggota APKLI di Tangsel sebanyak 28.000-an pedagang harus dikelola dengan baik dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang tangguh. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya dan mampu memberikan bantuan perlindungan bagi kenyamanan dalam menjalankan usahanya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APKLI, Ali Mahsum juga menjelaskan, di negeri ini, PKL kerap dipandang sebelah mata. Bahkan mereka sering dianggap mengganggu keindahan kota. Padahal, PKL mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Hal itu terbukti saat krisis ekonomi pada dekade 90-an. Saat itu, mereka justru mampu bertahan dari hantaman krisis.

"Meskipun PKL sering dimusuhi oleh beberapa pihak, namun keberadan PKL kadang juga dibutuhkan oleh banyak pihak. Apalagi jumlahnya bisa mencapai jutaan orang," kata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tahun 1994 dan Magister Biomedik FK-UI tahun 2003 ini. (A Ghozali Mukti)
Suka artikel ini?

0 Comments