Sail Komodo 2013 Kembali Digelar

on Apr 09, 2013 at 12:31 WIB

Citizen6, Jakarta: Komitmen pemerintah menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu destinasi utama wisata dunia, terus dilakukan. Setelah pemerintah berhasil mengajukan Taman Nasional Komodo mejadi salah satu situs warisan dunia dan telah ditetapkan UNESCO, pada 19 Desember 1991, kini pemerintah kembali menggelar event internasional Sail Komodo 2013.



Penyelenggaraan Sail Komodo 2013 yang merupakan ke 5 kalinya sejak 2009, dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitong 2011, dan Sail Morotai 2012.

"Sail Komodo 2013 merupakan event internasional yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari. Event ini juga menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi destinasi utama wisata dunia," tutur Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo selaku Ketua Panitia Pelaksana Tingkat Pusat Sail Komodo 2013, saat lounching Sail Komodo 2013 di Jakarta, Senin 8 April 2013.



Kegiatan launching Sail Komodo 2013 secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono, dengan mengangkat tema, "Sail komodo 2013: Jembatan Emas Menuju Nusa Tenggara Timur menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia".

Selain Menko Kesra dan Menteri Kelautan dan Perikanan, kegiatan lounching Sail Komodo 2013 juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Gubernur NTT selaku tuan rumah Sail Komodo 2013. Untuk puncak acara Sail Komodo 2013 sendir akan dilaksanakan pada 14 September 2013 di Laboan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT.



Event internasional tahunan ini akan diikuti peserta dari berbagai negara. Selain Indonesia, negara lain yang akan terlibat adalah Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Philipina, Amerika Serikat, dan sebagainya.

Penyelenggaraan Sail Komodo 2013 dilakukan pemerintah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Kegiatan ini dapat dijadikan model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Disisi lain kegiatan Sail Komodo 2013 ini sangat efektif untuk mempromosikan wilayah NTT dan sekitarnya sebagai tujuan wisata nasional dan internasional.



"Kegiatan Sail Komodo 2013 merupakan salah satu upaya mempromosikan Taman Nasional Komodo sebagai kawasan konservasi perairan dalam rangka mengembangkan ekonomi kelautan," jelas Sharif.

Sharif juga menambahkan, Sail Komodo 2013 diselenggarakan pemerintah dengan beberapa tujuan strategis. Pertama, event ini sebagai model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Kedua, Sail Komodo dapat menggalang keterpaduan dan sinergi program lintas kementerian/lembaga baik di pusat maupun di daerah, serta partisipasi swasta dalam pembangunan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

Ketiga, event ini mampu menambah lokasi dan kegiatan sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. Keempat, melalui event  ini dapat dijadikan media untuk mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari.

Dalam pelaksanaan Sail Komodo 2013 ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan utama Sail Komodo kali ini mencakup antara lain upacara bendera peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan RI Ke-68 di salah satu pulau terluar, bhakti sosial dan pelayanan kesehatan, bhakti kesejahteraan rakyat nusantara, badan usaha milik negara peduli Komodo, dan kegiatan lintas nusantara remaja dan pemuda bahari. Sail Komodo 2013 juga akan dimeriahkan reli kapal layar, ekspedisi kapal riset internasional, dan ekspedisi ilmiah pulau terluar, seminar nasional dan intenasional, potensi pariwisata, budaya dan alam, wawasan kebangsaan dan bela negara, olahraga bahari, pameran potensi daerah, dan Festival Derawan 2013. (Efrimal Bahri/Mar)

Efrimal Bahri adalah pewarta warga.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com




Suka artikel ini?

0 Comments