Sukses

Dikurung Bak Hewan Buas, Ini Potret Kelam Kebun Binatang Manusia

Liputan6.com, Jakarta - Kebun binatang biasanya memamerkan hewan favorit Anda. Meski seringkali dihujat karena mengurung hewan-hewan liar, banyak pula yang menganggap kebun binatang dibutuhkan untuk tempat pembelajaran.

Akan tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa dulu ada istilah yang disebut kebun binatang manusia. Ya, di kebun binatang ini bukannya hewan yang dikurung, melainkan manusia untuk menghibur pengunjung.

Kebun binatang seperti ini biasanya diciptakan oleh orang-orang kulit putih. Mereka yang menganggap ras mereka lebih baik menangkap, menculik, dan mempertunjukkan orang-orang dari suku yang berbeda.

Tentu saja, di kalangan orang kulit putih, pertunjukan seperti ini adalah pertunjukan yang menarik. Melihat bagaimana orang-orang dari negara berkembang atau dari suku terpencil hidup adalah hiburan bagi mereka.

Dilansir dari Unbelievablefacts, beberapa foto kuno menunjukkan praktik betapa tidak manusiawinya kebun binatang manusia tersebut. Seperti foto di atas, yang merupakan foto seorang gadis kecil Afrika yang dipamerkan di kebun binatang manusia di Brussels, Belga, 1958.

Orang-orang Afrika dan penduduk asli Amerika sering dikurung di kebun binatang untuk dipamerkan. Hal ini merupakan praktik yang dianggap "lazim" pada akhir tahun 1950-an. Praktik demikian terus berlanjut beberapa tahun dan menyebabkan kemarahan di mana-mana.

1 dari 4 halaman

Orang-Orang dari Suku Selk'Nam, Chili

2. Orang-Orang dari suku Selk'Nam, Chili

Sebanyak 11 orang dari suku Selk'Nam ditangkap, kemudian dibawa ke Eropa. Di sana mereka dipamerkan dalam kandang bak binatang.

Carl Hagenbeck adalah orang pertama yang membuat dan memperkenalkan istilah kebun binatang manusia. Kesuksesannya mempertunjukkan manusia pada tahun 1889 mendorong orang kulit putih lainnya melakukan hal yang sama.

2 dari 4 halaman

Oto Benga dari suku kerdil Kongo

3. Oto Benga dari suku kerdil Kongo, ditampilkan di Kebun Binatang Bronx, New York

Pria ini dibawa dari Sungai Kasai, Kongo, oleh Dr Damuel P. Verner. Ia dipamerkan setiap sore selama bulan September.

Selama itu, ia dipaksa untuk membawa orang utan dan kera lainnya saat pentas. Di dalam kandang, ia akan melakukan beberapa trik dengan hewan-hewan tersebut untuk menghibur penonton yang datang. Bagaimana pun, pertunjukan ini menuai kritik sampai dihentikan.

3 dari 4 halaman

Sarah Baartman, dipamerkan di London hingga meninggal

4. Sarah Baartman, dipamerkan di London hingga meninggal

Pada tahun 1810, Sarah Baartman diajak oleh agen binatang eksotis ke London. Dengan janji akan diberikan kekayaan, ia justru menjadi korban kebun binatang manusia.

Wanita ini memiliki kondisi genetik yang membuat bokongnya menonjol dan labia memanjang. Namun justru hal itulah yang membuatnya menjadi daya tarik di kebun binatang manusia.

Senantiasa dipaksa mengenakan pakaian ketat saat dipertunjukkan, Sarah akhirnya meninggal dalam kemiskinan. Yang menyedihkan, kerangka, otak, dan organ seksualnya malah disimpan di Museum of Mankin di Paris sampai tahun 1974. Pada tahun 2002, dengan permintaan Presiden Nelson Mandela, barulah jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Pesta Seks Equinox, Berbagi Istri...6 Kebiasaan 'Mesum' Masa Lalu
Artikel Selanjutnya
Aneh, Suvenir Binatang Hidup dalam Bentuk Gantungan Kunci