Sukses

Ilmuwan: Bekerja Maksimal 4 Hari dalam Seminggu

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkan Anda berpikir, semakin banyak Anda bekerja semakin banyak tugas yang dapat diselesaikan? Sayangnya, itu hanyalah ilusi yang banyak orang percaya.

Saat ini, semakin banyak orang yang bekerja 50, 60, sampai 70 jam seminggu. Mereka bahkan mengubah meja mereka menjadi rumah kedua.

Namun, tahukah Anda, beberapa percobaan yang dilakukan oleh K. Anders Ericsson, salah satu pakar psikologi kerja, menunjukkan bahwa setiap orang sebenarnya hanya mampu bekerja secara produktif sebanyak 4-5 jam per hari. Setelah itu, mereka cenderung menderita di tempat kerja.

"Jika Anda mendorong seseorang bekerja di luar waktu yang dapat mereka tanggung untuk berkonsentrasi secara maksimal, Anda sangat mungkin menemukan banyak kebiasaan buruk yang mereka lakukan. Parahnya, itu dapat membuat kinerja mereka menjadi tidak produktif," ujar Ericsson panjang lebar.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa manajer yang menyingkat minggu bekerja mendapatkan pengembalian yang lebih signifikan pada investasi mereka dalam hal output, retensi pekerja, dan kebahagiaan personal.

Ambil contoh, Ryan Carson, CEO Treehouse yang menerapkan 32 jam kerja tiap minggu pada 2006. Sejak saat itu, Carson mengaku karyawannya menjadi lebih bahagia dan lebih produktif.

Menurut Carson, perusahaan sangat sukses saat ini. Pendapatan tahunan mereka meningkat jutaan dolar tiap tahun dan karyawan lebih senang untuk datang bekerja.

Melansir dari Techinsider, Rabu (18/01/2017), cerita yang sama berlaku untuk Reusser Design, sebuah perusahaan pengembangan web skala penuh. Mereka beralih ke empat hari minggu kerja pada 2013.

"Bahkan jika karyawan lembur pada hari Jumat, kinerja mereka jauh lebih baik. Anda tentu tahu bagaimana semangatnya seseorang menyelesaikan proyek mereka sebelum pergi berlibur," ujar Nate Reusser, sang pendiri perusahaan.

Percobaan yang sama juga pernah dilakukan bagi siswa sekolah. Siswa kelas 4 dan 5 di sebuah sekolah di Colorado diperkenalkan dengan sistem empat hari sekolah dalam seminggu. Ternyata, hasil kemampuan membaca dan matematika siswa meningkat sebesar 6% dan 12%.

Temuan penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahkan redistribusi sederhana waktu kerja dapat memiliki manfaat yang sangat besar bagi karyawan dan perusahaan. Bila semakin banyak perusahaan yang menerapkan hal demikian, bukan tidak mungkin hal ini akan meningkatkan moral pekerja.

Orang-orang akan menikmati hari libur ekstra dan puas dengan perubahan karena mereka tidak harus terjebak kemacetan lagi. Itu sebabnya, memperpendek minggu kerja sangat baik bagi karyawan dan perusahaan.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Tak Selalu Buruk, Bergadang Juga Punya Manfaat
Artikel Selanjutnya
Menari Ternyata Dapat Membalikkan Tanda Penuaan di Otak